alexametrics

Kasus SKL BLBI, Pengadilan Tinggi DKI Perberat Hukuman Syafruddin

4 Januari 2019, 16:44:01 WIB

JawaPos.com – Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menghukum terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung dengan hukuman penjara selama 15 tahun, denda 1 miliar masa subsider 3 bulan kurungan. Vonis ini marupakan hasil upaya banding yang diajukan oleh KPK dan terdakwa SAT, dalam kasus Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

“KPK telah menerima pemberitahuan putusan PT. DKI untuk terdakwa Syafruddin Arsyad Tumenggung dalam kasus BLBI hari ini, 4 Januari 2019,” ucap juru bicara KPK Febri Diansyah pada awak media, Jumat (4/1).

“Pengadilan Tinggi DKI telah memutus banding yang diajukan KPK dan terdakwa, yaitu pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti pidana kurungan selama 3 bulan,” jelasnya.

Mantan aktivis ICW menjelaskan putusan yang diberikan oleh PT DKI Jakarta begitu disambut baik oleh lembaganya. Sebab, putusan PT DKI hampir sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sempat memberikan hukuman dengan masa kurungan 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar namun dengan masa subsidier 6 bulan.

“Tentu kami sambut baik, namun memang masih ada perbedaan pidana kurungan pengganti yang jadi 3 bulan,” tukasnya.

Di sisi lain, Febri menegaskan proses yang dilakukan lembaganya sejak penyidikan, penuntutan hingga proses persidangan, semuanya dilakukan dengan hati-hati dan bukti yang meyakinkan. Jika memang nanti pihak SAT akan mengajukan Kasasi lembaga ini akan siap menghadapi hal tersebut.

“Sehingga sejumlah perdebatan tentang apakah ini di ranah pidana atau perdata, mengkriminalisasi kebijakan atau tidak, dan hal lain, sudah terjawab dalam putusan ini. Setidaknya sampai saat ini di tingkat PT demikian,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam perkara BLBI, hakim PN Tipikor telah memvonis mantan Kepala BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung bersalah karena merugikan negara Rp 4,58 triliun dalam penerbitan Surat Keterangan Lunas untuk Bank Dagang Negara Indonesia. Hakim menghukum Syafruddin 13 tahun penjara dan denda Rp 700 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam pertimbangannya hakim menyatakan Syafruddin melakukan perbuatan itu bersama dengan Sjamsul, Itjih dan eks Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan Dorodjatun Kuntjoro Jakti.

Editor : Kuswandi

Reporter : Intan Piliang

Kasus SKL BLBI, Pengadilan Tinggi DKI Perberat Hukuman Syafruddin