alexametrics

Korban Selamat Serangan Teroris Sigi Tidak Mau Kembali

3 Desember 2020, 11:26:15 WIB

JawaPos.com–Sejumlah korban serangan orang tak dikenal (OTK) yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tidak mau kembali ke lokasi permukiman transmigrasi di Dusun Lewano, Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi. Sebab, mereka merasa terancam.

”Saya tidak mau kembali ke situ meski pemerintah membangun rumah saya yang ludes diduga dibakar oleh kelompok MIT,” kata Astri Kandi seperti dilansir dari Antara di Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (3/12).

Astri meminta pemerintah membangunkan rumah tetapi tidak lagi di lokasi transmigrasi tersebut. Bukan hanya dia, melainkan warga lain juga enggan kembali. Sebab, selain rumah sudah rata tanah karena dibakar, mereka juga mengalami trauma berat atas peristiwa berdarah yang menelan korban jiwa empat orang laki-laki itu.

Astri selain kehilangan tempat tinggal, juga orang tua dan suami. ”Mereka menjadi korban dalam serangan teroris yang kini tengah diburu oleh pasukan gabungan TNI/Polri,” ujar Astri.

Lokasi transmigrasi Dusun Lewono berada jauh dari lokasi transmigrasi (SP-1) Dusun Tokelemo, Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Lokasi itu, berada di puncak gunung dan merupakan transmigrasi lokal. Selain berada di atas gunung, juga terbilang masih kurang penduduknya.

”Kalau transmigrasi Dusun Tokelemo adalah transmigrasi umum dari Jawa. Saat ini saya bersama tiga anak yang masih kecil terpaksa menumpang di rumah keluarga di Desa Lembantongoa,” terang Astri.

Kepala Desa Lembantongoa Deki Basalulu membenarkan kebanyakan warga transmigrasi di Dusun Lewono, wilayah yang diserang kelompok MIT dan menewaskan empat warga transmigrasi lokal tersebut, enggan kembali karena khawatir akan keselamatan jiwa mereka.

”Mereka tidak mau kembali ke lokasi itu,” kata Deki.

Selama beberapa hari terakhir, lanjut Deki Basalulu, aparat gabungan TNI/Polri sedang memburu para teroris. Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat Desa Lembantongoa, telah dibangun empat titik pos penjagaan di wilayah tersebut.

Pemerintah dan masyarakat Desa Lembantongoa berharap TNI/Polri bisa menangkap semua teroris MIT Poso. Oleh karena itu, dia mengimbau semua warga untuk terus berdoa agar aparat secepatnya dapat menumpas habis para teroris.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara


Close Ads