JawaPos Radar

Meski Dramanya Terbongkar, Ratna Sarumpaet Tetap Dipuja Sandiaga

03/10/2018, 16:20 WIB | Editor: Estu Suryowati
Sandiaga Salahuddin Uno
Calon wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno menilai Ratna Sarumpaet adalah aktivis yang sudah banyak makan asam garam dunia politik di Indonesia. (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno akhirnya ikut angkat suara soal drama penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Sandiaga memastikan, pihaknya menyerahkan masalah ini kepada pihak berwenang.

"Kami serahkan dan kami percaya bahwa pihak berwenang bisa mengayomi dan melindungi semua pihak," kata Sandiaga dalam keterangannya di Bumi Aki Pakansari Cibinong Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/10).

Kendati begitu, Sandi meminta semua pihak untuk mengambil pelajaran yang lebih dalam dari drama ini, yakni tidak dibenarkan adanya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. "Tapi isu utama adalah (kekerasan) itu (tidak boleh) sama sekali dilakukan, apalagi terhadap perempuan, terhadap ibu kita," ungkap Sandi.

Infografis hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet
Infografis hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Tak hanya itu, Sandi teringat terkait ajaran Islam mengenai 'surga berada di telapak kaki ibu'. Begitu pula mengenai cerita Nabi Muhammad SAW dengan para sahabat soal keutamaan menyayangi ibu.

"Nabi Muhammad SAW ketika ditanya oleh sahabatnya siapa yang didahulukan, ibu atau bapak, beliau menjawab 'ibumu, ibumu, ibumu', sampai tiga kali," tuturnya.

Di sisi lain, dia telah menganggap Ratna sebagai sosok ibu yang telah berpengalaman dalam dunia politik. "Faktanya bahwa Bu Ratna seorang ibu-ibu, emak-emak, nenek-nenek, seorang aktivis yang sudah begitu banyak makan asam garam dalam situasi politik sosial bangsa ini," pungkasnya.

Adapun kabar pengeroyokan Ratna Sarumpaet di sekitaran Bandara Husein Sastranegara adalah tidak benar. Pihak kepolisian sudah memberikan keterangan resmi bahwa muka lebam Ratna Sarumpaet bukan karena dikeroyok, melainkan operasi plastik.

Kepolisian memastikan tidak ada peristiwa pemukulan yang dialami Ratna Sarumpaet. Hal itu terungkap setelah Polda Jawa Barat melakukan penyelidikan kemarin.

Adapun yang berhasil terungkap seperti berikut:

Ratna berada di Jakarta pada 21 September 2018. Hal tersebut diketahui melalui nomor handphone Ratna yang aktif di Jakarta pada 20 hingga 24 September 2018.

Ratna mengirim sejumlah uang untuk ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika. Polisi menemukan rekaman transaksi atas nama Ibrahim Fahmi Al Hadi yang notabene anak Ratna. Dia mengirim sejumlah uang kepada ibunya.

Lalu melalui rekeningnya, Ratna mengirimkan kembali uang ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, dengan rincian sebesar Rp 25 juta pada 20 September 2018, senilai Rp 25 juta pada 21 September 2018, senilai dan Rp 40 juta pada 24 September 2018.

Dari hasil penyelidikan RS Bina Estetika diketahui bahwa benar Ratna dirawat pada 21-24 September 2018 dalam rangka operasi plastik. Dia masuk pada 21 September pukul 17.00 WIB dan keluar pada 24 September 2018 pukul 21.28 WIB menggunakan taksi.

(ce1/aim/JPC)

Alur Cerita Berita

Polisi Bakal Periksa Ratna Sarumpaet 03/10/2018, 16:20 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up