JawaPos Radar

Sidang Kasus Korupsi Satelit di Bakamla

Mantan Staf Fayakhun Beberkan Pernah Beri Duit ke Keponakan Setnov

03/09/2018, 15:15 WIB | Editor: Kuswandi
Fayakhun Andriadi
Politikus Golkar Fayakhun Andriadi saat akan dimasukkan ke Rutan, Rabu (28/3) (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Agus Gunawan, selaku mantan staf anggota Komisi I DPR RI Fayakhun Andriadi. Dalam persidangan, Gunawan mengaku pernah beberapa kali diperintah Fayakhun untuk mengirimkan dan menerima uang. Salah satunya, Gunawan pernah diminta menyerahkan uang dalam mata uang dolar Singapura kepada Irvanto Hendra Pambudi.

"Awalnya saya tidak tahu Irvan siapa, tapi belakangan tahu dia keponakan Pak Setya Novanto," kata Gunawan saat bersaksi untuk Fayakhun di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (3/9).

Gunawan menjelaskan, saat mendampingi Fayakhun dalam sebuah kegiatan di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Fayakhun memberikan sebuah tas kepadanya. Fayakhun memerintahkan agar Gunawan menyerahkan tas itu kepada Irvanto. Atas perintah tersebut, Gunawan kemudian menggunakan ojek menuju showroom milik Irvanto di Kemang, Jakarta Selatan.

"Saya sampaikan, ada titipan dari Bapak (Fayakhun), tolong dicek. Setelah itu, Pak Irvan buka tas, ada lima bundel dolar Singapura, kurang lebih 100-500 ribu dolar Singapura," jelasnya.

Setelah menyerahkan uang tersebut, Gunawan kembali menemui Fayakhun untuk melapor bahwa tugasnya sudah selesai.

Diduga uang tersebut merupakan bagian dari fee 1 persen yang diterima Fayakhun karena telah mengawal ‎alokasi atau ploting penambahan anggaran pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) 2016.

Dalam perkara ini, Fayakhun disebut menerima suap 911.480 dollar AS atau setara Rp 13 miliar dari Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah suami Inneke Koesherawati. Seluruh uang suap yang diterima Fayakhun itu ditampung di empat rekening luar negeri seperti China dan Singapura. Rekening itu milik Lie Ketty, pemilik Toko serba Cantik Melawai.

Atas perbuatannya, Fayakhun didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up