alexametrics

KPK Koordinasi dengan CPIB Buat Pulangkan Surya Darmadi dari Singapura

3 Agustus 2022, 22:23:00 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui, sudah berkoordinasi dengan otoritas pemberantasan korupsi Singapura atau Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) untuk memulangkan Bos PT. Duta Palma Group, Surya Darmadi ke Indonesia. Mengingat Surya Darmadi telah berstatus daftar pencarian orang (DPO) KPK dan juga terjerat perkara korupsi di Kejaksaan Agung.

“Kami masalah DPO (Surya Darmadi) ya kami tidak bicara, tapi kami juga banyak melakukan upaya-upaya di sana ada KPK-nya Singapura (CPIB), kita sudah mulai ya,” kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto di gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (3/8).

Karyoto mengatakan pihaknya tidak bisa berbicara banyak terkait proses pemulangan Surya Darmadi. Dia juga tidak bisa memastikan waktu pasti selesainya koordinasi dengan CPIB untuk memulangkan buronan KPK itu.

“Entah kapan berangkatnya kita kan tidak tahu secara pasti, yang jelas, kita akan upaya dalam waktu yang segera,” ujar Karyoto.

Surya Darmadi terjerat kasus dugaan suap terkait alih fungsi hutan di Riau pada 2014. Dia diduga bersama orang kepercayaannya, Suheri Terta menyuap Gubernur Riau saat itu Annas Maamun sebesar Rp 3 miliar.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri sebelumnya memastikan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam mengejar Surya Darmadi. Mengingat saat ini, Surya Darmadi menjadi buronan KPK sejak 2014 lalu. “KPK akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Kejaksaan Agung,” ucap Ali.

KPK, lanjut Ali, mengapresiasi Kejaksaan Agung yang juga mengusut dugaan korupsi yang melibatkan PT. Dulta Palma atau Darmex Group. Oleh karena itu, KPK akan berkoordinasi dengan Kejaksaan dalam meringkus Surya Darmadi yang diduga saat ini sedang berada di Singapura.

“KPK mengapresiasi progres penanganan perkara tersebut dan mendukung penuh upaya penanganan perkara oleh Kejaksaan Agung,” pungkas Ali.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: