JawaPos Radar

Polri Tangkap Saksi Kunci Skandal Korupsi Najib Razak

03/07/2018, 12:10 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Polri Tangkap Saksi Kunci Skandal Korupsi Najib Razak
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (Wikipedia/Pemerintah Malaysia)
Share this

JawaPos.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap buron asal Malaysia, Ketua UMNO Bagian Sungai Besar Datuk Seri Jamal Md Yunos. Dia ditangkap di daerah Jakarta, Selasa (2/7).

"Kemarin sore sudah ditangkap DPO Diraja Malaysia. Kepala polisinya menghubungi saya, kemudian timnya memberi informasi terkait seorang DPO asal Malaysia, Jamal," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/7).

Kata dia, Jamal diduga menjadi tersangka dan saksi kunci dalam kasus korupsi pengelolaan dana pemerintah (sovereign wealth fund) 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Skandal pencucian uang itu diduga bernilai hingga USD 4,5 miliar atau setara Rp 63,8 triliun.

Polri Tangkap Saksi Kunci Skandal Korupsi Najib Razak
Kapolri Jendral Tito Karnavian. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

"Jamal ini diduga terkait dengan kasus 1MDB yang diduga melibatkan mantan PM. Yang bersangkutan ini tersangka dan saksi kunci dalam kasus itu," tuturnya.

Saat kasus tersebut merebak, Jamal meninggalkan Malaysia secara ilegal. Polri pun diminta bantuan untuk mencari sang buron yang diduga kabur ke Indonesia.

Kemudian Polri melakukan investigasi. Informasi awal Jamal berada di Medan. Lalu menuju ke Jakarta pada Minggu (1/7). "Tiga Juli ditangkap di Tebet dan diamankan di PMJ. Saya sudah sampaikan ke kepala Kepolisian Diraja Malaysia," jelas Tito.

Atas penangkapan ini, Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin mengucapkan terima kasih kepada Polri. Tito pun mengaku mendapat telepon dari pejabat tinggi Malaysia pagi tadi bahwa Perdana Menteri Mahathir Mohamad juga menyampaikan ucapan terima kasih ke Presiden Joko Widodo.

Mahathir rencananya akan membuat surat resmi ke presiden karena sudah membantu menginvestigasi kasus di Malaysia. Buron itu, rencananya akan dideportasi.

"Kita akan segera deportasi kalau nggak hari ini, besok. Dan polisi Malaysia akan tiba di sini untuk melunasi teknisnya dan mungkin akan terbang pakai Malaysia Airlines," pungkas Tito.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up