alexametrics

Ketua DPD Prihatin Penyerang Mabes Polri Masih Usia Milenial

3 April 2021, 14:06:54 WIB

JawaPos.com – Aksi penyerangan yang dilakukan wanita muda berinisial ZA terhadap Mabes Polri membuat Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti miris. Menurut La Nyalla, hal ini membuktikan generasi muda cukup rentan dengan penyebaran paham radikalisme.

“Kita sangat miris dengan perkembangan terorisme di tanah air. Pasalnya pelaku teroris merupakan usia milenial yang semestinya masa usia produktif dalam belajar dan bekerja,” ujar La Nyalla kepada wartawan, Sabtu (3/4).

Senator asal Jawa Timur ini mengajak generasi milenial untuk berhati-hati dalam menerima sebaran ajaran paham-paham garis keras. “Buat generasi milenial, saring dahulu informasi dan ajaran yang kalian dapat. Sebab, mereka akan memengaruhi cara berpikir dan bertindak yang dapat merugikan diri sendiri, terlebih mengorbankan nyawa,” ujarnya.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Penjual Airgun yang Digunakan Penyerang Mabes Polri

La Nyalla mengatakan ZA terpapar radikalisme dari media internet. Hal ini membuat La Nyalla prihatin lantaran generasi milenial masih ada yang terpapar radikalisme.

“Berdasarkan informasi yang kita dapat, ZA belajar dari YouTube mengenai paham-paham radikal, khususnya ISIS. Kemudian dia menjadi penyerang tunggal pada kasus serangan Mabes Polri,” tuturnya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini minta kepada Kominfo untuk dapat melakukan penyaringan kanal-kanal YouTube, juga situs atau media sosial lainnya terkait paham-paham garis keras. “Tugas kita adalah melindungi generasi muda kita dari ajaran yang salah. Sebab, informasi yang disampaikan BIN menyebutkan bahwa generasi milenial mudah terpapar radikalisme dari media sosial dengan rentang usia 17-24 tahun,” terangnya.

La Nyalla juga meminta Kominfo, Polri, BIN, dan Kemendikbud untuk lebih gencar memberikan informasi-informasi yang benar terkait terorisme. Dengan cara ini propaganda terorisme bisa diimbangi.

“Jika terorisme menyebar konten-konten dengan narasi ketidakadilan, kita dapat membuat narasi heroik membela negara, prestasi dan menjaga keluarga atau konten lainnya,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads