alexametrics

Sindikat Ganja Sintesis Hanya Terima Pembayaran via Bitcoin

3 April 2020, 15:03:01 WIB

JawaPos.com – Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya masih mengembangkan kasus penggerebekan 4 industri rumahan ganja sintesis atau tembakau gorila. Hasil penyelidikan awal diketahui, para pelaku menjual barang ilegal ini melalui media sosial.

“Modus mereka komunikasinya menggunakan medsos yang ada di Instagram baik mereka chatting dan memesan biang bibit ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/4).

Guna menghindari endusan petugas, para bandar ini pun hanya melayani pembayaran dari pembeli melalui uang elektronik. “Transaksi pembayarannya menggunakan bitcoin,” tambahnya.

Setelah pembayaran dilakukan, ganja ini akan dikirim menggunakan jasa ekpedisi. Ganja akan dikemas di dalam sebuah makanan. Dengan begitu, kurir ekspedisi tidak curiga.

Sementra itu, Wadir Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Maulana menyebut selain sebagai pengedar, para tersangka juga pembuat ganja sistesis. Mereka memiliki keahlian tersebut berbekal otodidak.

“Barang-barang yang diperlukan itu sudah ada dari sumber yang terpisah sehingga saat mereka dapat bahan itu dia bikin sendiri dan distribusikan sendiri. Keterkaitannya ini hanya jual beli,” sambunnya.

Sebelumnya, di saat pandemi Covid-19, Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan 4 lokasi yang dijadikan industri rumahan tembakau gorila. Sindikat ini merupakan pengedar lintas provinsi. “Ini home industry lintas provinsi jaringan Jakarta-Cirebon, Bandung Jawa Barat,” kata Yusri.

Operasi ini dilakukan pada periode 17-31 Maret 2020. Dari 4 lokasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 12 orang tersangka. Mereka berperan sebagai pembuat tembakau gorila.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads