JawaPos Radar

Pengusutan Kasus ABU Tours, Tarif Umrah Rp 10 Juta, Agen Untung Besar

03/04/2018, 09:55 WIB | Editor: Ilham Safutra
Pengusutan Kasus ABU Tours, Tarif Umrah Rp 10 Juta, Agen Untung Besar
Kantor ABU Tours sudah ditutup. Selama ini tarif perjalanan umrah di tempat ini sangat tidak wajar. (Restu/Kaltim Post/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Pengusutan kasus Abu Tours mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Perusahaan biro perjalanan itu ternyata mematok biaya umrah hanya Rp 10 juta. Dugaan sementara, perubahan harga hingga mencapai belasan juta rupiah ada di tangan agen yang menjadi mitra Abu Tours.

Biaya Rp 10 juta untuk perjalanan umrah tentu sangat murah. Jauh di bawah hitungan standar minimal dari Kementerian Agama yang mencapai Rp 20 juta. Namun, di lapangan jamaah umrah membayar Rp 13 juta hingga Rp 17 juta.

"Yang ditawarkan memang Rp 10 juta per jamaah. Mengapa harga itu bisa berubah. Ada yang Rp 15 juta atau bahkan lebih, itu karena permainan agen. Nanti dari agenlah baru ada perubahan harga," ujar Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali kemarin (2/4).

Pengusutan Kasus ABU Tours, Tarif Umrah Rp 10 Juta, Agen Untung Besar
Kantor ABU Tours sudah ditutup. Selama ini tarif perjalanan umrah di tempat ini sangat tidak wajar. (Abe Bandoe/Fajar/Jawa Pos Group)

Untuk banderol Rp 10 juta saja, kata Nizar, nilainya sudah tak wajar. Uang sebesar itu tidak cukup memberangkatkan jamaah sesuai standar layanan ibadah umrah. "Kebanyakan mereka menerapkan promo murah karena menggunakan skema ponzi dan multilevel marketing (MLM)," imbuhnya.

Nizar menambahkan, peraturan baru yang telah diterbitkan Kemenag melarang penerapan skema ponzi dan MLM dalam bisnis layanan umrah. Alasannya, dua skema itu bertentangan dengan nilai-nilai ekonomi yang berbasis syariah.

Kesalahan Abu Tours lainnya, lanjut Nizar, tidak bergabung dengan asosiasi atau organisasi travel. Semestinya, organisasi travel itu penting karena memiliki afiliasi dengan Kemenag.

"Abu Tours tercatat tak bergabung dengan asosiasi resmi yang diakui Kemenag. Ke depan kami meminta semua travel harus ikut asosiasi. Ini penting untuk memudahkan koordinasi," katanya.

Setelah Abu Tours, Kemenag mengendus tiga travel yang dianggap bermasalah. Hanya, Nizar tidak mau mengungkap identitas travel itu. "Kita tidak boleh sebutkan identitas travel tersebut. Tim kami kini sedang bekerja untuk mengusutnya," ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR Samsu Niang meminta Kemenag dan pemerintah bertindak tegas dalam kasus pelanggaran layanan jamaah umrah. Apalagi, fakta menunjukkan bahwa kasus Abu Tours telah lama diendus.

"Sejak tahun lalu kami sudah peringatkan Kemenag untuk kasus ini. Nanti bermasalah baru serba kelabakan. Kini jamaah yang dirugikan. Kami berharap dalam kasus ini, hak-hak jamaah harus diutamakan," katanya. 

(rdi/c10/fat)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up