alexametrics

Boyamin Pertanyakan KPK Tak Usut Uang SGD 100 Ribu Djoko Tjandra

3 Februari 2022, 14:58:28 WIB

JawaPos.com – Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyesalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mengusut istilah ‘King Maker’ dalam kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat bos Mulia Group, Djoko Tjandra. Sebab, KPK tidak mengusut tuntas penyerahan uang senilai SGD 100 ribu atau setara Rp 1 miliar yang diduga berkaitan dengan Djoko Tjandra.

Uang dollar Singapura itu diserahkan Boyamin ke KPK, agar lembaga antirasuah ikut terlibat dalam penanganan perkara Djoko Tjandra. Sebab perkara yang ditangani Kejaksaan Agung itu turut menjerat seorang jaksa, yakni Pinangki Sirna Malasari.

“Menyerahkan surat kuasa kepada KPK dari Boyamin untuk mewakili penyerahan uang 100 ribu dollar Singapura yang kira-kira Rp 1 miliar lebih sedikit, yang terkait dengan King Maker terkait kasus Joko Tjandra,” kata Boyamin di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (3/2).

Boyamin menyayangkan, KPK tidak mengusut tuntas penyerahan uang tersebut. Padahal, uang tersebut diharapkan jadi bukti awal bagi KPK untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak lain dalam kasus yang sebelumnya menjerat Djoko Tjandra.

“Meskipun saya agak kecewa uang ini hanya diberlakukan sebagai uang yang diserahkan kepada negara sebagai pendapatan lain-lain,” ungkap Boyamin.

Aktivis antikorupsi ini menyatakan, mulanya mengharapkan jika uang tersebut akan dikategorikan sebagai gratifikasi untuk kemudian diusut. Tetapi KPK berdalih, kasus yang melibatkan Djoko Tjandra telah selesai disidangkan.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: