alexametrics

Bupati Jombang Kena OTT, Partai Golkar Era Airlangga Pecah Telur

3 Februari 2018, 23:48:55 WIB

JawaPos.com – Operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (NSW) menjadi petaka perdana bagi Partai Golkar era kepemimpinan Airlangga Hartarto. Sebab, dia merupakan kader Golkar yang pertama kali berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Atas kasus ini, Wasekjen Partai Golkar Maman Abdurahman mengaku sangat prihatin. Sebab lagi rekan-rekannya harus berurusan dengan ‎lembaga antirasuah tersebut. “Kami cukup prihatin, karena korupsi adalah extra ordinary crime,” ujar Maman kepada JawaPos.com, Sabtu (3/2).

Maman menegaskan, Partai Golkar tidak akan mengintervensi atas kasus dugaan korupsi yang membelit NSW. Semua diserahkan kepada lembaga antirasuah itu. “Serahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum yang berlaku,” katanya.

Bupati Jombang Kena OTT, Partai Golkar Era Airlangga Pecah Telur
Petugas KPK saat rilis OTT (Imam Husein/Jawa Pos)

Sebelumnya Partai Golkar di era kepemimpinan Setya Novanto sudah ada tujuh kadernya yang tersangkut kasus korupsi.

Pertama, Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga Partai Golkar, Fadh El Faouz A Rafiq yang terjerat kasus korupsi proyek pengadaan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah dan Alquran.

Kedua, Wali Kota Tegal Siti Mashita Soeparno. Dia tersangkut kasus korupsi suap pengelolaan dana jasa pelayanan RSUD Kardinah Kota Tegal, dan Pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kota Tegal tahun anggaran 2017.

Ketiga, Bupati Batubara Sumatera Utara OK Arya Zulkarnain yang korupsi, karena diduga menerima suap dalam proyek pembangunan infrastruktur di Batubara tahun 2017.

Keempat, Ketua DPRD Kota Banjarmain Iwan Rusmali. Dia diketahui tersandung kasus suap persetujuan penetapan Perda penanaman modal PDAM Badarmasih Rp 50,5 miliar.

Kelima, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti yang tersandung kasus suap dua proyek pembangunan jalan di Provinsi Bengkulu.

‎Keenam, Ketua DPR Setya Novanto yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP. Ketua Umum Golkar itu diduga mengatur proyek senilai Rp 5,9 triliun itu bersama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Ketujuh, kader Golkar lainnya adala Markus Nari juga ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Selain itu, Markus juga terjerat kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan kasus e-KTP.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (gwn/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Bupati Jombang Kena OTT, Partai Golkar Era Airlangga Pecah Telur