alexametrics

Kasus 3 Anak Diperkosa Ayah Kandung, Korban Jalani Psikologi Forensik

2 Desember 2021, 08:05:06 WIB

JawaPos.com–Penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan 3 anak oleh ayah kandung di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, masih berjalan. Terbaru, ketiga korban dibawa untuk menjalani pemeriksaan psikologi forensik.

Tahap itu untuk menganalisis tindakan-tindakan korban dari sisi psikologis untuk membantu proses pembuktian tindak pidana. ”Sudah dan sedang dalam pemeriksaan psikologi forensik,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Kamis (2/12).

Ramadhan mengatakan, penyidik masih menunggu hasil analisis dari tim psikologi forensik. Menurut dia, analisis hasil pemeriksaan membutuhkan waktu lama.

”Itu membutuhkan waktu yang tidak cepat sebenarnya. Minimal 1 minggu terhadap ketiga anak yang diduga mendapatkan kasus pencabulan tersebut,” jelas Ahmad Ramadhan.

Sebelumnya, Polri memastikan akan memulai lagi penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan kepada 3 anak oleh ayah kandung di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Saat ini, sudah ada laporan baru tipe A atau yang dibuat polisi untuk membuka kembali penyelidikan.

Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombespol Ahmad Ramadhan mengatakan, penyelidikan dimulai lagi berdasar hasil pemeriksaan pribadi yang dilakukan ibu korban terhadap ketiga anaknya di Rumah Sakit Vale Sorowako pada 31 Oktober 2019. Saat itu, dokter spesialis anak, Imelda menemukan adanya peradangan di dubur dan vagina korban.

”Tim sudah melakukan penyelidikan, mengambil keterangan dalam bentuk BAP kepada dokter IM (Imelda), dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap ketiga korban di RS Vale Sorowako,” kata Ramadhan kepada wartawan, Jumat (15/10).

Dengan diterbitkannya laporan tipe A, penyidik akan mendalami kembali penyebab peradangan di bagian intim korban. Pasalnya, hasil visum yang dilakukan Puskesmas Malili pada 15 Oktober 2019 oleh dokter Nurul, tidak ditemukan kelainan pada organ vital korban.

Hasil itu juga sejalan dengan pemeriksaan yang dilakukan dokter Deni Mathius di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada 24 Oktober 2021 yang menyatakan tak ditemukan adanya kelainan. “Sehingga penyidik akan mendalami peristiwa tempus atau waktu mulai tanggal 25 sampai 31 Oktober 2019,” jelas Ramadhan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads