alexametrics

Nurhadi Negosiasi Pembelian Kebun Sawit di Hotel Aryaduta Pekanbaru

2 Desember 2020, 22:47:35 WIB

JawaPos.com – Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi melakukan negosiasi pembelian lahan perkebunan kelapa sawit di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Riau. Hal ini diungkapkan mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi MA, Bahrain Lubis.

Pembelian perkebunan kelapa sawit tersebut dibantu oleh adiknya, Hilman Lubis. Perkebunan kelapa sawit yang dimaksud berlokasi di Desa Pecaukan, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.

“Waktu itu saya lagi di Pekanbaru ada acara, terus Hilamn telepon, ‘bang, itu pemilik kebun mau datang ke Pekanbaru mau jumpa sama pembeli’. Saya bilang nggak apa-apa kalau mau jumpa, mau ketemu. Karena kita kan nggak kenal juga,” kata Bahrain saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (2/12).

Bahrain kemudian meneruskan informasi tersebut ke Nurhadi. Dia mengaku, Nurhadi mulanya keberatan, namun setelah diyakinkan pertemuan itu lantas terjadi di Hotel Aryaduta.

“Semula memang keberatan, tapi karena saya bilang, dia kan belum yakin mungkin siapa pemiliknya,” ungkap Bahrain.

Kepada jaksa penuntut umum (JPU), Bahrain menyebut, Nurhadi melakukan pertemuan dengan pemilik lahan kelapa sawit di dalam kamar hotel Aryaduta, Pekanbaru, Riau. Dia tak memungkiri, keduanya bernegosiasi soal harga.

“Apakah ini termasuk negosiasi harga?,” tanya Jaksa Wawan Yunarwanto.

“Tentu (membicarakan harga),” jawab Bahrain.

Baca juga: Kumpulkan Bukti, KPK Siap Jerat Nurhadi dengan TPPU

Kendati demikian, Bahrain tidak mengetahui pasti harga yang disepakati antara Nurhadi dengan pemilik lahan kelapa sawit

“Pernah bilang harga yang disepakati?,” cecar Jaksa Wawan.

“Kalau saat itu kayaknya belum. Karena bertahap Pak Amir harganya,” pungkasnya.

Dalam perkara ini, mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan Pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga turut didakwa menerima suap Rp 45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer.

Atas perbuatannya, Nurhadi dan Rezky didakwa melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads