alexametrics

Korupsi Jiwasraya, 3 Pejabat OJK dan eks Bos BEI Digarap Kejagung

2 Desember 2020, 11:24:33 WIB

JawaPos.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu terkait perkara tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Korps Adhyaksa telah memeriksa Direktur Pengelolaan Investasi Departemen Pangawasn Pasar Modal 2A OJK, Sujanto, Kapala Bagian Pendaftaran Produk Pengelolaan Direktorat Pengelolaan Investasi Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Pudjo Damaryono, dan Kepala Sub Bagian pada Departemen Pengawasan Transaksi Efek OJK Nova Efendi.

Selain ketiga pejabat OJK, Kejagung juga kembali memeriksa mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah. Keempat saksi itu di dalami terkait dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Kami memeriksa empat orang sebagai saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya,” kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangannya, Rabu (2/12).

Menurut Hari, ketiga pejabat OJK dan mantan Dirut BEI dicecar kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 OJK, Fakhri Hilmi. Eks pejabat OJK itu merupakan tersangka baru atau pengembangan dalam kasus korupsi Jiwasraya.

“Keterangan empat orang saksi tersebut dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan tugasnya baik sebagai pengurus BEI, OJK maupun perusahaan manager investasi kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya,” ujar Hari.

Pemeriksaan terhadap empat orang saksi ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Kejaksaan. Bahkan, Erry Firmansyah tercatat sudah diperiksa lebih dari empat kali oleh Kejaksaan,

Sementara dalam kasus korupsi Jiwasraya, jajaran Kejaksaan Agung telah menetapkan Fakhri Hilmi sebagai tersangka karena pejabat OJK ini diduga mengetahui adanya penyimpangan atas transaksi milik Jiwasraya, lantaran diduga terdapat kesepakatan dengan Erry Firmansyah dan Joko Hartono Tirto yang kini berstatus terpidana.

Dalam kasus Jiwasraya, enam orang telah divonis seumur hidup. Mereka diantaranya Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, mantan Direktur Utama PT Asuaransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Tiga mantan direksi Jiwasraya dan tiga pihak swasta itu terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama sebesar Rp 16,8 triliun.

Mereka terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads