alexametrics

Saksi Akui Sering Diminta Eks Dirut PT INTI Cari Pinjaman Uang

2 Desember 2019, 21:29:03 WIB

JawaPos.com – Komisaris PT Mitra Energi, Teddy Simanjuntak mengaku diperintahkan Darman Mappangara sewaktu masih menjadi Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). Perintah itu terkait mencari peminjaman uang.

Menurut Teddy, dia sudah mengenal lama dengan Darman sejak 15 tahun lalu. Karena kekerabatan, dia diminta Dharman untuk mencari pinjaman uang.

“Saya kenal pak Darman lebih dari 15 tahun, diminta membantu mencari pinjaman untuk kepentingan Darman,” kata Teddy saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (2/12).

Teddy menjelaskan, pinjaman itu untuk kepentingan pekerjaan Darman di PT INTI. Menurutnya pinjaman itu banyak dari relasinya.

“Pak Darman sudah kenal lama dengan saya, mencari pinjaman kepada investor, seringkali pinjaman itu dari relasi beliau (Dharman),” ucap Teddy.

Teddy menyampaikan, motivasinya membantu Darman mencari pinjaman hanya ingin panel surya buatan perusahannya bisa diambil oleh PT INTI. Namun dia menyebut itu tidak terealisasi.

“Saya tidak pernah dilibatkan di PT INTI, semenjak beliau Dirut tidak pernah dilibatkan,” tukasnya.

Dalam perkara ini, Taswin Nur didakwa telah menjadi perantara uang suap dari mantan Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Yastrialsyah Agussalam. Adapun uang yang diberikan sebesar 71 ribu dolar AS dan 96.700 dolar Singapura.

Pemberian uang ditujukan untuk mengupayakan PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan Semi Baggage Handling System (BHS) di Kantor Cabang PT Angkasa Pura II antara PT Angkasa Pura Propertindo dan PT INTI.

Atas perbuatannya, Taswin Nur didakwa meoanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads