alexametrics

Korban Investasi Paket Kurban Bodong Lapor ke Polisi

2 Agustus 2020, 12:41:24 WIB

JawaPos.com–Seribuan orang dari Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bandung Barat, Jawa Barat, diduga menjadi korban penipuan investasi paket kurban bodong. Mereka melaporkan penipuan tersebut ke Mapolres Cianjur karena hingga saat ini pengelola investasi tidak berada di rumahnya di Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur.

”Kami sudah curiga sejak satu pekan menjelang Hari Raya Kurban, HA penanggung jawab sekaligus direktur investasi, sudah tidak ada di rumah. Bahkan saat dihubungi nomornya tidak aktif. Kami meminta jawaban kapan paket hewan kurban kami akan turun,” kata Adam warga Kecamatan Cilaku, di Cianjur, seperti dilansir dari Antara pada Minggu (2/8).

Dia mengaku sempat tidak percaya dengan program yang ditawarkan. Sebab, setiap bulan hanya diminta menyetor Rp 15.000 selama 10 bulan akan mendapatkan seekor kambing saat Hari Raya Kurban. Bahkan untuk paket kurban sapi mereka cukup membayar Rp 59.000 setiap bulan selama 10 bulan.

”Tapi, melihat beberapa orang peserta sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan, membuat istri dan 10 orang sanak keluarga saya ikut investasi melalui seorang ketua kelompok. Namun satu pekan menjelang Lebaran Kurban, mimpi untuk berkurban kambing tidak terbukti,” ujar Adam.

Karena itu, dia dan keluarga yang ikut investasi mendatangi rumah ketua kelompok yang kembali mengajak mereka mendatangi rumah direktur investasi di Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur. Sesampainya di lokasi, ternyata banyak investor yang sudah berkerumun menuntut janji pengelola, bahkan ada yang berasal dari luar Cianjur.

”Kami tidak menyangka kalau di rumah yang luas dan megah tersebut, sudah banyak orang yang mengalami nasib sama dengan kami. Meskipun sempat menjanjikan akan segera mencairkan semua paket yang dipesan, kami sudah tidak percaya. Sehingga, kami melaporkan pemilik ke Polres Cianjur,” tutur Adam.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait investasi paket kurban dan sejumlah program peket lain yang diduga bodong. Bahkan sejak dua hari terakhir, pihaknya menerima laporan resmi dari warga dari luar Cianjur.

”Kami masih menyelidiki dan mengembangkan kasus tersebut. Saat ini, kami masih menerima laporan dari warga yang diperkirakan lebih dari 1.000 orang dan berasal dari tiga kabupaten seperti Cianjur, Sukabumi, dan Bandung Barat,” ungkap Juang Andi Priyanto.

Hingga saat ini, setiap hari seratusan orang investor yang menjadi korban investasi bodong tersebut terus berdatangan ke rumah HA dengan harapan uang yang sudah mereka investasikan dapat kembali atau hewan kurban yang dijanjikan segera diberikan.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads