alexametrics

KPK Duga Nurhadi Beli Perkebunan Kelapa Sawit dari Hasil Suap

2 Juli 2020, 11:03:35 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. KPK mendalami sejumlah kepemilikan harta Nurhadi, salah satunya soal kepemilikan perkebunan kelapa sawit.

“Agus Andrian (swasta) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hiendra Soenjoto. Penyidik mengkonfirmasi terkait survei sawit yang dibeli oleh tersangka Nurhadi dan sumber uangnya diduga dari tersangka Hiendra,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (2/7).

KPK, kata Ali, menduga kepemilikan perkebunan kelapa sawit Nurhadi di Padang Lawas, Sumatera Utara diduga merupakan hasil yang diperoleh dari Hiendra saat melakukan pengurusan perkara di MA. Pasalnya, KPK kini tengah mengusut adanya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait suap dan gratifikasi Nurhadi.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA, Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Sedikitya ada tiga perkara bersumber dari kasus mantan Sekretaris MA ini. Pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Melalui menantunya, Rezky Herbiono yang juga tersangaka dan telah ditangkap, Nurhadi menerima uang dengan total Rp 46 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto yang juga berstatus tersangka dan masih buron sejak Februari 2020. Namun hingga kini, Hiendra masih menjadi buronan KPK.

Nurhadi dan Rezky Herbiyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair
Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Sementara itu, Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads