alexametrics

Bacakan Pleidoi, Bupati Kukar Rita Widyasari Menangis Sesenggukan

2 Juli 2018, 19:03:58 WIB

JawaPos.com – Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari tak bisa menahan tangis saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di hadapan majelis hakim dan jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat mulai membaca nota pleidoinya yang dibuka dengan ucapan permintaan maaf, Rita menangis sesegukan mengingat perbuatan hukumnya.

“Meminta maaf kepada keluarga, saya menyadari sepenuhnya banyak kesalahan yang diperbuat,” kata Rita sembari menahan isak tangis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (2/7).

Rita yang diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari PT Sawit Golden Prima (SGP) terkait pemberian izin pembukaan lahan kelapa sawit di Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara mengaku menyesali perbuatannya.

Rita pun tak lupa meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Kutai Kartenagara yang telah dirugikan atas perbuatannya tersebut.

“Tidak lupa juga kepada masyarakat Kabupaten Kukar, perbuatan saya menjadi contoh untuk lebih baik,” tutur Rita.

Selain itu, Rita pun tak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada majelis hakim dan jaksa KPK yang telah tegas semata-mata untuk mencari kebenaran.

“Juga tim penasihat hukum yang telah bekerja keras membela di persidangan,” tutur Rita.

Lebih lanjut, politikus Partai Golkar ini pun pun mengucapkan rasa terima kasih kepada keluarga dan anaknya meski telah dirugikan atas perbuatannya.

“Terima kasih kepada teman-teman dan handai tolan untuk saya selama ini, agar tetap kuat menjalani permasalahan hukum ini. Terima kasih juga kepada ibunda yang selalu hadir dalam keadaan senang maupun susah,” jelas Rita.

Jaksa KPK menuntut Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari dengan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 750 juta subsider enam bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa satu Rita Widyasari berupa pidana penjara selama 15 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” kata jaksa KPK, Fitroh Rohcahyanto saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pusat Senin (25/6).

Selain itu, jaksa KPK juga menuntut hak politik Rita dicabut selama 5 tahun setelah menjalani masa hukuman.

Jaksa menyatakan, Rita terbukti menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari bos PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun atau Abun terkait pemberian izin pembukaan lahan kelapa sawit di kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Jaksa juga menilai, Rita terbukti menerima gratifikasi sebanyak Rp 469 miliar bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin, terkait pemberian izin sejumlah proyek di Kukar.

Rita dinilai melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Editor : Kuswandi

Reporter : (rdw/JPC)

Bacakan Pleidoi, Bupati Kukar Rita Widyasari Menangis Sesenggukan