alexametrics

Nekat, Kakak Beradik Hajar dan Rampas Handphone Milik Ibu-ibu

2 Mei 2018, 19:48:40 WIB

JawaPos.com – Kenakalan remaja dewasa ini semakin tak terbendung. Salah satunya, seperti ulah Weng, pemuda 17 tahun yang nekat merampas handphone dan menghajar korbannya di Jalan Pusponjolo Selatan, Bojongsalaman, tepatnya sekitaran Jembatan Pleret, Selasa (3/4) lalu.

Warga Jalan Karanginas, Gang Cikrapyak RT 01 RW 07, Tlogosari, Pedurungan itu diamankan bersama pelaku lain, Riski Saputro, 23. Yang ternyata adalah kakak kandungnya sendiri. Masing-masing diciduk saat berada di kediamannya, Senin (16/4) sekira pukul 23.30 WIB.

Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi mengungkapkan, dua bersaudara itu berhasil diciduk Senin (16/4) sekira pukul 23.30 WIB. “Ditangkap tanpa perlawanan saat mereka berada di kediaman,” ujarnya pada rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Rabu (2/5).

Kenakalan Remaja
Para tersangka setelah ini akan dikenakan dengan pasal berbeda atau sesuai tindak kriminal yang mereka lakukan. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Enrico membeberkan kronologi terjadinya peristiwa ini, dimana menurutnya semua bermula saat Weng dan Riski pulang usai berpesta bersama teman-temannya di lokasi Sunan Kuning, Selasa sore. Dengan kondisi mabuk, mereka mengendarai mobil Honda Brio bernopol H 8437 QE milik ibunya.

Saat melintasi Jalan Pusponjolo Barat, mereka sempat terjebak kemacetan. Di tengah padatnya lalu lintas, mobil yang dikendarai tersangka bersenggolan dengan mobil Livina B 477 AY milik korban Hesti Kuswanti, 41, warga Jalan Pamularsih I No. 1, Bojongsalaman, Semarang Barat. Ia 

“Merasa tidak terima, W yang pada saat itu sebagai sopir, menghentikan mobilnya di depan kendaraan korban,” sambungnya.

Saat itu juga, tersangka W mengetuk pintu sebelah kiri mobil korban. Sempat terjadi cekcok antara pelaku dan korban di tepi jalan. Tak berapa lama kemudian, pukulan dilayangkan ke arah dada kanan Hesti hingga dirinya tersungkur. Bukannya melerai, sang kakak yang lekas menghampiri keduanya malah ikut melancarkan bogem mentah ke korban.

Pada saat korban terjerembab, handphone miliknya terlepas dari genggamannya dan terjatuh ke aspal. W yang menyadarinya langsung menggasaknya dan mereka bergegas meninggalkan lokasi kejadian.

Tak berhenti pada penangkapan Weng dan Riski. Enrico menjelaskan, melalui pengembangan, akhirnya dua rekan kakak beradik yang pada saat itu berada pada di mobil juga ikut diamankan. 

Mereka adalah Aris Setiono, 28, warga Jalan Keper II RT 7 RW 1, Kuningan, Semarang Utara dan Muchammad Fatthurahman, 25, warga Jalan Bangetayu Wetan RT 08 RW 02, Bangetayu, Genuk. “Mereka kami amankan karena jadi penadah handphone rampasan tadi,” terangnya.

Atas kejadian ini, Enrico menuturkan, jajarannya mengamankan satu unit Honda Brio bernopol H 8437 QE yang dikendarai para tersangka serta satu buah handphone hasil rampasan. Selain itu, sejumlah pakaian yang dikenakan para pelaku juga ikut disita.

Para tersangka setelah ini akan dikenakan dengan pasal berbeda atau sesuai tindak kriminal yang mereka lakukan. Diantaranya, Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun bui. Serta Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan hukuman kurung paling lama 4 tahun.

“Yang di bawah umur berkasnya sudah kami limpahkan karena masih anak prosesnya memang harus lebih cepat,” tandasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Nekat, Kakak Beradik Hajar dan Rampas Handphone Milik Ibu-ibu