JawaPos Radar

PNS Tanam Ganja Demi Obati Istri, LBH Minta Penyidikan Dihentikan

02/04/2017, 14:45 WIB | Editor: Yusuf Asyari
PNS Tanam Ganja Demi Obati Istri, LBH Minta Penyidikan Dihentikan
PNS Tanam Ganja Demi Obati Istri, LBH Minta Hentikan Penyidikan (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat meminta penyidikan terhadap Fidelis Ari Sudarwoto oleh BNN dihentikan. Fidelis adalah PNS yang menjadi tersangka karena menanam ganja dirumahnya. Pasalnya, kasus tersebut sarat akan nilai-nilai kemanusiaan.

Diketahui, Fidelis menggunakan racikan tanaman ganja untuk mengobati istrinya, Yeni Riawati yang menderita syringomyelia atau kista di sumsum tulang belakang. Belakangan, Yeni pun meninggal dunia usai suaminya ditangkap Badan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau.

"Kami memohon dengan segala kerendahan hati, mendorong penghentian penyidikan terhadap kasus saudara FAS," ujar Analis Kebijakan Narkotika LBH Masyarakat Yohan Misero saat menggelar konferensi pers di kantornya, Minggu (2/3).

Menurutnya, setelah merujuk pada fakta-fakta umum kasus ini, pasal yang paling mungkin dikenakan pada Fidelis adalah Pasal 111 UU Narkotika terkait penanaman dan pemeliharaan narkotika golongan I jenis tanaman. Ancaman pidana yang tertera pada ayat 2 pasal tersebut ialah seumur hidup.

Namun, penghentian penyidikan katanya dapat dilakukan melalui Pasal 109 ayat 2 KUHAP dengan mempertimbangkan nilai-nilai kamanusiaan.

Kenyataannya, tidak ada implikasi publik apa pun dari yang dilakukan Fidelis terhadap istrinya. "Kasus ini adalah sebuah wujud cinta yang luar biasa indah. Justru situasi ini memburuk ketika hukum mengintervensi," tegas Yohan.

Pertimbangan lain untuk menghentikan penyidikan yakni dengan nasib anak Fidelis. Si anak kini sebatang kara karena ibunya meninggal dunia akibat tak bisa mengakses obat yang ia butuhkan. Di satu sisi si ayah ditahan karena membuat racikan obat untuk ibunya.

Dia menjelaskan, kesejahteraan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak merupakan hal yang juga patut diperhatikan karena perlindungan anak pun merupakan aspek penting dalam segala kebijakan.

Pemerintah lanjut Yohan, mampu untuk menolong anak ini dengan merelakan Fiselis untuk tetap hadir di sisi anaknya. "Percayalah, penjara bukan solusi. Bukan hanya untuk keluarga saudara FAS dan Ibu YR. Namun untuk kita semua, rakyat Indonesia," pungkasnya. (dna/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up