JawaPos Radar

Pengedar Upal Ini Ditangkap Karena Curi HP

02/03/2018, 14:46 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pengedar Uang Palsu
UPAL: Tersangka pengedar uang palsu (upal) bersama Kapolsek Serengan, Kompol Giyono saat gelar perkara di Mapolsek Serengan, Solo, Jateng, Jumat (2/3). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Aditya Dimas Prakoso alias Didit,31, ditangkap jajaran Polsek Serengan karena mencuri ponsel di salah satu konter di daerah Jamsaren, Serengan, Solo Jawa Tengah. Dari hasil pemeriksaan, ternyata tersangka yang merupakan warga Dawung Wetan, Serengan tersebut juga berprofesi sebagai pengedar uang palsu (Upal).

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti tujuh lembar Upal, uang tunai dan sepeda motor. Informasi yang diperoleh JawaPos.com menyebutkan, kejadian pencurian terjadi pada Kamis (22/2) yang lalu.

Saat itu, tersangka berniat mencuri ponsel yang ada di konter. Tetapi, belum berhasil membawa kabur, tersangka berhasil diamankan. "Dari hasil pemeriksaan ternyata tersangka ini adalah pengedar upal," terang Kapolsek Serengan, Kompol Giyono saat gelar perkara di Mapolsek, Serengan, Jumat (2/3). 

Dari hasil penggeledahan, polisi juga menemukan satu lembar upal pecahan Rp 100 ribu yang belum berhasil diedarkan. Tersangka pun diminta untuk menunjukkan sejumlah tempat yang pernah didatangi saat mengedarkan upal.

Dari hasil penelusuran tersebut, polisi berhasil mendapatkan enam lembar upal pecahan Rp 100 ribu. Giyono menambahkan, total upal yang sudah diedarkan sebanyak Rp 2,8 juta dari total upal yang dimilikinya Rp 4 juta. 

"Dari jumlah tersebut, juga ditinggal tersangka ke beberapa tempat karena ketahuan kalau uang yang dibelanjakannya adalah uang palsu. Jadi ditinggal dan tersangka langsung lari," kata dia.

Giyono menambahkan, tersangka merupakan seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor pada tahun 2013 lalu. Akibat perbuatannya, tersangka diancam dengan pasal 36 ayat (3) UU RI no. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Untuk hukumannya maksimal 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 miliar," ungkapnya. 

Sementara itu, Didit mengaku terpaksa mengedarkan uang karena terlilit utang sebesar Rp 12 juta. Uang tersebut didapatkannya dari sosok bernama kakek yang sampai saat ini belum pernah dilihatnya. "Ya karena untuk melunasi utang itu makanya nekad mengedarkan upal, kalau sehari-hari usaha katering," ungkap pria berambut ikal tersebut.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up