JawaPos Radar

Ini Kata Ditjen Pas Soal Broadcast Ucapan Tahun Baru Rudi Rubiandini

02/01/2018, 19:14 WIB | Editor: Kuswandi
Rudi Rubiandini
Rudi Rubiandini dalam mobil tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Ricardo/JPNN.Com)
Share this

aJawaPos.com – Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Ma'mun, mengaku belum tahu ihwal dugaan terpidana kasus suap Rudi Rubiandini mengirim broadcast selamat tahun baru ke sejumlah awak media dari balik penjara. Karena belum mengetahui apakah Rudi sudah keluar dari penjara atau masih ditahan di LP Sukamiskin Bandung, dia tidak banyak berkomentar mengenai hal itu.

“Nanti saya cek dulu. Takutnya saya bicara dia di dalam lapas, ternyata sudah bebas orangnya,” kata Mamun ketika dihubungi JawaPos.com, Selasa (02/01).

Terpisah, terkait adanya kabar tersebut, Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ade Kusmanto mengatakan, penggunaan telefon seluler memang tidak diperkenankan bagi warga binaan.

"Warga binaan memang tidak diizinkan untuk menggunakan telepon seluler," jelasnya.

Namun demikian, ketika ditanya ihwal kebenaran infromasi tersebut, Ade belum bisa menyimpulkan, sebab pihaknya belum mengkonfirmasi ke pihak pengirim pesan.

"Mungkin bisa saja ada orang yang ingin menjatuhkan beliau, kan kita tidak tahu ya," katanya.

Untuk diketahui, lama tak ada kabar, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini tiba-tiba muncul di media sosial. Dia mengirim broadcast ucapan Selamat Tahun Baru 2018 melalui aplikasi WhatsApp ke sejumlah awak media, Minggu (31/12).

Padahal berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), terpidana kasus korupsi dalam bentuk penyuapan tersebut masih mendekam di penjara. Sebab, Hakim MA menolak peninjauan kembali (PK) yang dilayangkan mantan Wamen ESDM tersebut. Oleh sebab itu, dia harus menjalani sisa hukuman 7 tahun penjara yang sudah dijatuhkan majelis hakim PN Tipikor Jakarta pada 29 April 2014

“Tak perlu menangisi masa lalu, karena atas izin-Nya semua telah terjadi. Tak perlu cemasi masa depan, karena Allah menyiapkan taqdir setiap makhluk ciptaan-Nya. Taqdir Allah tidak pernah terlalu cepat atau terlambat, pasti tepat pada waktunya. Selamat mengarungi hidup baru di tahun 2018,” ucap Rudi dalam pesan aplikasi WhatsApp yang diperoleh JawaPos.com.

Menanggapi adanya pesan broadcast ucapan selamat tahun baru tersebut, JawaPos.com pun mencoba mengontak nomor whatsapp Rudi. Meskipun terlihat aktif, terpidana kasus korupsi dalam bentuk suap-menyuap tersebut tidak mengangkat telepon maupun membalas pesan singkat yang meskipun terlihat dibaca.

Untuk diketahui, pada 29 April 2014, PN. Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 7 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan kurungan terhadap mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menilai, Rudi terbukti menerima suap terkait pelaksanaan proyek di lingkungan SKK Migas.

Atas putusan tersebut, Rudi menerimanya, namun dia mengajukan upaya hukum luar biasa atau peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Namun sayang, upaya hukum tersebut kandas. Sebab, Majelis Hakim yang diketuai Hakim Agung Salman Luthan dengan anggota Sri Murwahyuni dan MS Lumme menolak upaya PK dengan Perkara Nomor 197 PK/Pid.Sus/2015, yang diputuskan pada 6 april 2016.

"Menolak permohonan pemohon atas Rudi Rubiandini," demikian bunyi putusan yang dilansir dari website MA, Selasa (19/4/2016).

(wnd/ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up