alexametrics

Geledah Kantor PT ACK, KPK Amankan Dokumen Ekspor Benih Lobster

1 Desember 2020, 12:50:58 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledehan di salah kantor milik PT Aero Citra Kargo (ACK) yang berlokasi di Jakarta Barat. KPK mengamankan dokumen terkait dengan ekspor benih lobster dan bukti elektronik.

“Senin (30/11/2020) Tim Penyidik KPK kembali melakukan kegiatan penggeledahan disalah satu kantor milik PT ACK yang berlokasi di Jakarta Barat.
Penggeledahan berlangsung hingga pukul 02.30 WIB dini hari,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (1/12).

Ali menyampaikan, dalam penggeledahan itu tim penyidik KPK mengamankan barang bukti beberapa dokumen terkait dengan ekspor benih lobster dan bukti elektronik. KPK akan menelaah barang bukti yang diamankan.

“Berikutnya barang dan dokumen yang diamankan tersebut akan di lakukan inventarisir dan analisa lebih lanjut untuk selanjutnya dilakukan penyitaan,” ujar Ali.

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyebut, tim penyidik KPK masih akan melakukan penggeledahan untuk mengumpulkan bukti dalam perkara ini. Namun tidak bisa disampaikan lebih jauh terkait tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan dimaksud.

“Kami memastikan perkembangan penanganan perkara ini akan kami informasikan lebih lanjut,” ucap Ali.

Dalam kasus ini, Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya. Mereka diantaranya Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP; Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP; Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK); Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP; dan Amiril Mukminin selaku swasta. (AM). Mereka bersama Edhy ditetapkan sebagai diduga penerima.

Sementara itu, diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menduga, Edhy menerima suap dari Suharjito untuk memuluskan izin ekspor benur. Sebab untuk untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK dengan biaya angkut Rp 1.800 perekor.

“Atas kegiatan ekspor benih lobster tersebut, PT DPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564,” kata Nawawi di Gedung KPK, Rabu (25/11).

Selanjutnya PT DPP atas arahan Edhy Prabowo melalui Tim Uji Tuntas (Due Diligence) memperoleh penetapan kegiatan ekspor benih lobster dan telah melakukan sebanyak 10 kali pengiriman menggunakan perusahaan PT ACK.

Nawawi menyebut, berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amiril dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja. Uang yang masuk ke rekening PT ACK diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster.

“Selanjutnya di tarik dan masuk ke rekening Amiril dengan total Rp 9,8 miliar,” pungkas Nawawi.

Keenam tersangka penerima disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi disangkakan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads