alexametrics

Wiranto Sebut Aksi Bela Tauhid Jilid 2 Tak Lagi Relevan

1 November 2018, 15:31:11 WIB

JawaPos.com – Pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat saat peringatan hari santri nasional beberapa waktu lalu berdampak panjang. Kali ini, sejumlah massa berencana kembali menggelar aksi Bela Tauhid Jilid 2 di depan Istana Negara, Jumat (2/11).

Menanggapi itu, Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menilai bahwa demonstrasi ini hanya membuang-buang tenaga para peserta aksi. Pasalnya, proses hukum kasus ini sudah dijalankan sesuai prosedur.

“Kita melihat bahwa kegiatan demontrasi itu selain menghabiskan tenaga, dalam konteks ini tidak relevan lagi,” ujar Wiranto setelah meminpin Rakortas di Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).

Selain itu, aksi massa ini juga dianggap tidak relevan lagi. Terutama di tengah kondisi bangsa yang terngah berduka atas bencana yang datang silih berganti. Mulai dari gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB), gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, dan terkahir jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

Di sisi lain, kata Wiranto, para tokoh agama dalam berbagai forum sudah menegaskan bahwa masalah pembakaran bendera di Garut diselesaikan dengan musyawarah. Serta mengedepankan semangat kebenaran.

“Para tokoh agama, pimpinan ulama dalam berbagai forum, sudsh mengajak masalah ini dengan mengedepankan musyawarah, ukhuwah islamiyah, wathaniyah. Dan semangat tabayyun,” imbuh Wiranto.

Meski demikian, mantan Panglima TNI itu membolehkan masyarakat melakukam Aksi Bela Tauhid Jilid 2 esok hari. Hanya saja harus tetap berpegang pada aturan yang berlaku, serta tidak anarkis.

“Demontrasi sah-sah saja asal tertib dengan jumlah memadai, tidak mengganggu masyarakat lain. Tidak ganggu lalu lintas, tidak buat orang ketakutan, tidak ganggu ekonomi,” pungkas Wiranto.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (sat/JPC)

Wiranto Sebut Aksi Bela Tauhid Jilid 2 Tak Lagi Relevan