alexametrics

Dua Saksi Istimewa di Pengadilan Tikipor Jakarta, Ini Orangnya

1 November 2016, 08:08:00 WIB

JawaPos.com – Entah bagaimana istimewanya sosok mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrahman dan Anggota Komisi II DPR Fraksi Gerindra Sareh Wiyono di wilayah Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta. 

Yang jelas, 2 orang ini seolah mendapatkan perlakuan istimewa dari protokol Pengadilan Tipikor Jakarta saat hadir  sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Betapa tidak, Nurhadi dan Sareh Wiyono diperbolehkan masuk dan keluar ruang sidang melalui pintu hakim. Hal itu menjadi istimewa karena sebelum mereka, belum pernah ada saksi yang masuk lewat jalur khusus. 

Terutama sejak Pengadilan Tipikor Jakarta berpindah lokasi dari daerah Kuningan, Jakarta Selatan ke daerah Kemayoran, Jakarta Pusat sejak Desember 2015 lalu.

Nurhadi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus suap penanganan perkara Lippo Group dengan terdakwa perantara suap, Doddy Ariyanto Supeno pada Agustus lalu. 

Tak hanya bisa masuk dan keluar ruang sidang lewat jalur khusus, pemeriksaan Nurhadi kala itu hanya berlangsung tak lebih dari 30 menit.

Padahal, nama Nurhadi sering kali disebut-sebut turut menerima uang terkait penanganan Lippo Group. Pelayanan spesial itu kemudian terulang pada 20 Oktober lalu Nurhadi hadir sebagai saksi untuk terdakwa Panitera PN Jakpus Edy Nasution.

Status Nurhadi saat ini adalah pensiun sejak memutuskan pensiun dini awal Agustus 2016.

Senin  (31/10) malam,   anggota Komisi II DPR Fraksi Gerindra Sareh Wiyono dihadirkan dalam sidang kasus suap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara.  Mantan ketua PN Jakut itu menjelaskan kepada majelis hakim dan jaksa penuntut umum KPK mengenai pemberian uang sebesar Rp 700 juta kepada Rohadi.

Menariknya, Jaksa KPK dan majelis hakim Pengadilan Tipikor tidak mendalami lebih jauh hubungan antara Sareh Wiyono dan Petrus Salestinus, pengacara yang disebut Sareh sebagai pemberi uang Rp 700 juta untuk Rohadi. Serta, mengapa Petrus dengan mudahnya memberikan pinjaman kepada Rohadi tanpa jaminan apapun.

Pemeriksaan terhadap Sareh juga berjalan tak lebih dari sepuluh menit. Usai memberikan kesaksian, Sareh mendapat perlakuan istimewa lantaran bisa keluar melalui pintu yang biasa dilewati hakim keluar dan masuk ruang sidang.

Jauh sebelum ini, uang Rp 700 juta yang ditemukan penyidik KPK di mobil Rohadi menjadi teka-teki. Pasalnya, uang itu tak terkait dengan kasus suap penanganan perkara artis Saipul Jamil yang menjerat Rohadi. (Put/jpg)

Editor : Mohamad Nur Asikin

Saksikan video menarik berikut ini:


Dua Saksi Istimewa di Pengadilan Tikipor Jakarta, Ini Orangnya