alexametrics

KPK Kumpulkan Bukti Keterlibatan Bank Panin Hingga Jhonlin Baratama

1 Oktober 2021, 11:28:12 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, pihaknya tidak ragu menjerat tiga perusahaan PT Bank Pan Indonesia (Bank Panin), PT Jhonlin Baratama dan PT Gunung Madu Plantations. Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, tim penyidik sampai saat ini masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti untuk mendalami hal tersebut.

“Untuk pertanggungjawaban pidana terhadap korporasi masih perlu keras untuk mencari dan mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti. Penyidik harus mendalami perbuatan korporasi tersebut,” kata Firli dikonfirmasi, Jumat (1/10).

Firli menjelaskan, untuk dapat menjerat pihak korporasi sebagai tersangka korporasi. Pertama, pihak korporasi harus mendapat keuntungan atau manfaat dari tindak pidana korupsi yang dilakukan.

“Pertama korporasi mendapatkan manfaat atau keuntungan dari tindak pidana yang dilakukan, atau tindak pidana tersebut karena korporasi mendapatkan manfaat atau keuntungan,” ucap Firli.

Kedua, PT Bank Panin, PT Jhonlin Baratama, dan PT Gunung Madu Plantations bisa dijerat pihaknya jika terbukti tidak melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi.

“Ketiga yakni koorporasi melakukan pembiaran atau tidak mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya keadaan yang lebih buruk. Jadi hal ini perlu didalami oleh penyidik,” papar Firli.

Jenderal polisi bintang tiga ini menuturkan, pihaknya memastikan menindaklanjuti dugaan keterlibatan petinggi Bank Panin, PT Jhonlin Baratama dan PT Gunung Madu Plantations (GMP). Mengingat adanya fakta persidangan yang mengungkap keterlibatan pemegang saham Bank Panin, Mu’min Ali Gunawan dan General Manager PT GMP Lim Poh Ching dalam negosiasi pengurangan nilai pajak perusahaan tersebut.

“Semua informasi tentu akan kami pelajari dan dalami, kami juga terus bekerja dan mengembangkan penyidikan kepada para pihak. Kamk mendalami keterangan dan bukti petunjuk lainnya, sehingga membuat terang suatu perkara dan menemukan tersangka,” tegas Firli.

Perkara ini, telah menjerat dua mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani didakwa menerima suap senilai Rp 57 miliar. Suap tersebut untuk merekayasa hasil penghitungan pajak pada sejumlah wajib pajak.

Penerimaan suap itu diduga berkaitan dengan pengurusan pajak PT Jhonlin Baratama (JB); PT Bank PAN Indonesia (Panin); serta PT Gunung Madu Plantations (GMP). Angin dan Dadan diduga menerima suap sebesar Rp 57 miliar melalui para konsultan pajak tiga perusahaan besar tersebut.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: