JawaPos Radar

Dugaan Mahar Rp 1 Triliun Tidak Terbukti, Begini Permintaan Gerindra

01/09/2018, 18:00 WIB | Editor: Estu Suryowati
Dugaan Mahar Rp 1 Triliun Tidak Terbukti, Begini Permintaan Gerindra
Dugaan mahar politik yang diberikan Sandiaga Salahuddin Uno tidak terbukti. (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus dugaan mahar Rp 1 triliun yang melibatkan Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Sandiaga Salahuddin Uno telah dinyatakan ditutup. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu) RI menyatakan, tidak ditemukan bukti kuat atas laporan dugaan mahar politik tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon merespons dengan baik. Menurutnya kasus itu sepantasnya memang ditutup, sebab memang tidak ada pemberian mahar seperti yang diberitakan.

"Ya sudah benar itu, karena memang tidak ada apa-apa (tidak ada mahar yang diberikan Sandi)," ujar Fadli di Jakarta, Sabtu (1/9).

Lebih lanjut Wakil Ketua DPR RI itu meminta agar kasus ini tidak melulu diungkit-ungkit. Ia pun berharap keputusan Bawaslu dapat diterima oleh semua pihak.

"Jadi, jangan digoreng-goreng lagi (isu mahar ini)," tegas Fadli.

Sebelumnya, Bawaslu menyatakan laporan yang diajukan Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) terkait dugaan mahar Sandi tidak dapat dibuktikan. Dua saksi yang diperiksa dianggap tidak tahu persis kejadian pemberian mahar ini.

Para saksi yang diajukan pelapor hanya mengandalkan keterangan dari orang lain (testimonium de auditu), dalam hal ini cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief di media sosial Twitter.

Sementara itu, Andi selaku saksi kunci tidak menghadiri satupun dari tiga panggilan Bawaslu. Oleh sebab itu, Bawaslu akhirnya mengambil kesimpulan, kasus dugaan mahar Rp 1 triliun ini tidak bisa dibuktikan.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up