alexametrics

Diperiksa KPK, Taufik Hidayat Dicecar Terkait Gelaran Satlak Prima

1 Agustus 2019, 16:43:55 WIB

JawaPos.com – Mantan atlet bulu tangkis Taufik Hidayat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Taufik dimintai keterangan terkait pengembangan perkara kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Taufik yang diperiksa kurang lebih selama lima jam sejak pukul 10.00 WIB hingga 15.30 WIB. Dia mengaku dimintai keterangan ketika menjadi staf khusus di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dia menyebut, tidak dikonfirmasi soal kasus suap dana hibah KONI.

“Dimintai keterangan saja, saya sewaktu di Stafsus Kemenpora pada 2017-2018 itu aja,” kata Taufik ketika keluar dari ruang penyidikan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/8).

Mantan atlet bulu tangkis profesional ini pun menyampaikan, dirinya tidak dikonfirmasi soal kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora untuk KONI. Melainkan, penyidik mengkonfirmasi terkait gelaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

“Cuma itu saja, saya sebagai Stafsus, saya di Wasatlak Prima sebagai apa kerjanya di situ. Itu aja,” ungkap Taufik.

Bahkan Taufik pun ditanya soal kedekatannya dengan Menpora Imam Nahrawi. Sebab, Taufik pada 2017-2018 menjabat sebagai Stafsus di Kemenpora.

” Di Satlak Prima pada 2016-2017, sementara di 2017-2018 saya Stafsus di Kemeponra, enggak ada yang lain,” jelas Taufik.

Diketahui, terkait Satlak Prima ini pernah disinggung dalam sidang kasus dana hibah Kemenpora di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat. Saat itu Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana menyinggung soal permintaan uang Menpora Imam Nahrawi.

Mulyana menuturkan bahwa dirinya mengingat momen di mana Imam meminta jatah mengenai Satlak Prima. Kejadian itu, aku dia, terjadi di sebuah lapangan badminton.

Mulyana menambahkan, dirinya merealisasikan permintaan tersebut dengan uang sejumlah Rp400 juta. Uang itu diberikan kepada staf pribadi Menpora, Miftahul Ulum melalui Bendahara Pengeluaran Pembantu Kemenpora, Supriyono.

Sumber uang Rp400 juta itu diketahui ternyata berasal dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Supriyono dalam persidangan mengaku karena selaku bendahara, dia berinisiatif meminta uang kepada KONI dengan dalih pinjaman.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan bahwa Taufik diperiksa terkait dengan penyelidikan yang sedang dilakukan komisi antirasuah. Febri belum merinci kasus yang dimaksud.

“Taufik Hidayat dimintakan keterangan dalam penyelidikan sebagai Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan Staf Khusus di Kemenpora,” tukas Febri.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads