alexametrics

Nurdin Abdullah Diduga Terima Rp 5,4 M, PDIP Siap Beri Bantuan Hukum

1 Maret 2021, 11:45:32 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menetapkan Gubernur (nonaktif) Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sebagai tersangka dini hari kemarin (28/2). Penetapan itu sekaligus membongkar indikasi relasi korupsi yang kuat antara Nurdin dan Agung Sucipto alias Anggu, bos kontraktor PT Agung Perdana Bulukumba (APB).

Nurdin ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama dengan Sekretaris Dinas (Sekdis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemprov Sulsel Edy Rahmat. Keduanya disangka menerima suap dari Anggu. KPK telah menetapkan kontraktor asal Bulukumba, Sulsel, tersebut sebagai pemberi suap.

Ketiganya ditahan pasca ditetapkan sebagai tersangka.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers mengungkapkan, Nurdin dan Agung saling mengenal sejak lama. Bahkan, berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, hubungan pertemanan keduanya terjalin sejak Nurdin menjabat bupati Bantaeng, Sulsel. Hubungan itu berlanjut hingga Nurdin menjadi gubernur sejak 2018.

Firli menjelaskan, perusahaan Agung diketahui mengerjakan beberapa proyek di Sulsel. Antara lain, proyek peningkatan jalan ruas Palampang–Munte–Bontolempangan di Sinjai/Bulukumba senilai Rp 28,9 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) penugasan tahun anggaran 2019. Pada 2020 proyek yang sama senilai Rp 15,7 miliar juga dikerjakan perusahaan Agung.

Bukan hanya itu, PT APB juga pernah menggarap pembangunan jalan ruas Palampang–Munte–Bontolempangan satu paket yang didanai APBD provinsi senilai Rp 19 miliar. Masih ada lagi. Yakni, pembangunan jalan, jalur pedestrian, dan penerangan jalan kawasan Wisata Bira (bantuan keuangan provinsi ke Bulukumba) senilai Rp 20,8 miliar tahun anggaran 2020.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tyo/far/lum/c7/oni




Close Ads