alexametrics

ICW Minta KPK Telusuri Keterlibatan Nurdin Abdullah Dalam Kasus Lain

1 Maret 2021, 09:12:14 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah sebagai tersangka. Nurdin ditetapkan sebagai tersangka bersama Sekretaris Dinas PUTR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto setelah diduga menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp 5,4 miliar terkait proyek infrastruktur.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayoga menilai, penetapan tersangka Nurdin Abdullah patut disayangkan. Karena selama ini dia dikenal sebagai figur bersih dan inovatif.

“Pada tahun 2017, Nurdin pernah diberikan penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) saat menjabat sebagai Bupati Bantaeng dan predikat kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dari Ombudsman RI. Ia juga pernah menerima penghargaan Tokoh Perubahan,” kata Egi dalam keterangannya, Senin (1/3).

Egi menyampaikan, dari kasus ini dapat mengambil pelajaran bahwa pengawasan publik tidak sepatutnya melemah, ketika terdapat sosok yang dikenal bersih dan inovatif menduduki posisi pejabat publik. Karena pejabat publik memiliki kewenangan yang besar, sehingga potensi penyelewengan selalu terbuka lebar.

“Pengawasan ini krusial jika melihat kecenderungan publik yang seringkali melonggarkan pengawasannya atau permisif terhadap perilaku pejabat publik yang dikenal sebagai sosok orang baik,” cetus Egi.

Egi menegaskan, penetapan tersangka Nurdin sudah semestinya menjadi pintu masuk bagi KPK untuk menelusuri aspek-aspek lain yang berkaitan. Pertama adalah pentingnya penelusuran aliran dana dari uang suap yang diduga diterima oleh Nurdin.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan




Close Ads