alexametrics

Negara Dirugikan Rp 5,8 T, Bupati Kotim Jadi Tersangka di KPK

1 Februari 2019, 20:02:10 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi sebagai tersangka. Dia diduga menyalahgunakan kewenangan hingga menguntungkan diri sendiri atau pihak lain.

“KPK menemukan adanya dugaan TPK (tindak pidana korupsi) yang dilakukan bupati Kotawaringin dalam proses pemberian izin usaha pertambangan terhadap 3 perusahaan di lingkungan Kabupaten Kotawaringin Timur,” ucap Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers, Jumat malam (1/2).

Lebih jauh Syarif menuturkan, bupati Kotawaringin Timur diduga telah menyalahgunakan jabatan yang menimbulkan kerugian terhadap negara. Penyalahgunaan wewenang tersbeut terkait dengan memberikan izin usaha pertambangan (IUP) kepada tiga perusahaan pertambangan. Ketiga perusahaan itu yakni, PT FMA (Fajar Mentaya Abadi), PT BI (Billy Indonesia), dan PT AIM (Aries Iron Mining).

“Kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 5,8 triliun atau USD 711 ribu yang dihitung dari hasil produksi tambang bauksit, kerusakan lingkungan, dan kerugian kehutanan,” jelasnya.

Untuk memuluskan niatnya dalam mendapatkan izin dari Supian, ketiga perusahaan tambang itu diduga memberikan sejumlah mobil mewah yang total nilainya mencapai Rp 2,5 miliar.

“Mobil Toyota land cruise senilai Rp 710 juta, mobil Hummer H3 senilai 1,3 miliar dan uang sebesar Rp 500 juta,” paparnya.

Dengan demikian, KPK menyatakan Supian melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi juncto Pasal 54 ayat (1) ke -1 KUHP.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Intan Piliang


Close Ads
Negara Dirugikan Rp 5,8 T, Bupati Kotim Jadi Tersangka di KPK