alexametrics

Kemenlu Resmi Protes Vietnam

Insiden Penabrakan KRI di Natuna
30 April 2019, 10:17:49 WIB

JawaPos.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengajukan protes resmi kepada pemerintah Vietnam atas insiden di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu lalu (27/4). Saat itu kapal pengamanan perikanan Vietnam sengaja menabrak KRI Tjiptadi 381 yang sedang membekuk kapal pencuri ikan.

Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir mengatakan, aksi kapal Vietnam itu melanggar aturan internasional yang tertuang dalam Konvensi Internasional SOLAS (safety of life at sea, perjanjian tentang keselamatan di laut). “Ini tentunya dalam konteks penyerempetan KRI (Tjiptadi 381),” kata dia. Meski belum menerima laporan lengkap dari TNI-AL dan Mabes TNI, dia menegaskan bahwa tindakan itu berbahaya bagi keselamatan awak kapal Indonesia maupun Vietnam sendiri.

Karena itu, Kemenlu langsung memanggil perwakilan Kedutaan Besar Vietnam kemarin. Setelah melayangkan protes, mereka menunggu laporan resmi dari TNI-AL dan Mabes TNI. Laporan itu penting lantaran Kemenlu butuh dasar yang kuat untuk mengambil langkah berikutnya. “Untuk kami jadikan dasar dalam penyelesaian masalah ini dengan pemerintah Vietnam,” jelas Arrmanatha.

Seperti diberitakan, KRI Tjiptadi 381 yang bertugas di bawah koordinasi Komando Armada I ditabrak kapal pengawas perikanan Vietnam Sabtu (27/4) pukul 14.45. Saat itu KRI Tjiptadi sedang menghentikan kapal Vietnam bernomor BD 979 yang ketahuan menangkap ikan di perairan Indonesia. Namun, kapal pengawas perikanan Vietnam tiba-tiba datang dan menabrak KRI Tjiptadi 381.

Menurut Arrmanatha, selama ini Indonesia dan Vietnam sebenarnya terus berusaha supaya tidak ada insiden di laut. Kedua pihak juga masih membahas masalah tumpang tindih klaim zona ekonomi eksklusif (ZEE). Perundingan memang belum sampai titik temu. “Tentunya kita dan Vietnam terus berupaya agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” papar dia.

Sementara itu, KBRI di Hanoi menyampaikan bahwa belum ada tindak lanjut apa pun dari otoritas setempat terkait insiden tersebut. Sebab, kantor-kantor pemerintah di Vietnam sedang libur memperingati reunification day. Sementara itu, Komando Armada I menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti melakukan tindakan tegas terhadap pelanggar aturan laut.

Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho menyampaikan, kapal-kapal perang yang mereka punya terus beroperasi. KRI Tjiptadi 381 termasuk salah satunya. Walau sempat ditabrak kapal pengawas perikanan Vietnam, kapal perang tersebut dipastikan tidak rusak.

Perwira menengah yang biasa dipanggil Agung itu menyebutkan, insiden tersebut tidak menyurutkan semangat menertibkan kapal-kapal asing ilegal. Termasuk dari Vietnam. Catatan yang dia miliki, sudah 16 kapal ilegal asal Vietnam yang mereka tangkap. “Tahun 2019 dari Januari sampai dengan April,” angka itu jauh lebih banyak ketimbang hasil tangkapan kapal dari negara lain.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (syn/c10/oni)