Medium Tank Buatan Pindad Ikuti Uji Tembak, Kemenhan Puas

28/08/2018, 09:33 WIB | Editor: Ilham Safutra
Medium Tank buatan PT. Pindad menembak sasaran saat uji tembak di Pusat Pendidikan lnfanteri (Pusdikif) TNI AD Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Senin (27/8). (RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - PT Pindad (Persero) kembali menunjukkan hasil karya terbaiknya untuk pertahanan negara. Medium tank buatan mereka kemarin (27/8) mengikuti proses uji tembak.

Firing test di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD Cipatat, Bandung Barat, itu merupakan bagian dari sertifikasi oleh Dislitbangad.

Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose menyatakan, firing test tersebut menguji fungsi penembakan turret 105 mm yang merupakan senjata utama dari medium tank dan memiliki daya hancur besar.

Medium Tank buatan PT. Pindad menembak sasaran saat uji tembak di Pusat Pendidikan lnfanteri (Pusdikif) TNI AD Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Senin (27/8). (RIANA SETIAWAN / RADAR BANDUNG/Jawa Pos Group)

"Jarak tembaknya 3.000 meter atau 3 kilometer. Turret medium tank dipersenjatai juga dengan canon kaliber 105 mm. Pengujian ini juga dilakukan secara statis dan kondisi bergerak," kata Abraham.

Berdasar pantauan, uji daya gempur itu dilangsungkan dalam empat sesi. Pertama, menembak sasaran jaring pada titik tertentu dengan tipe munisi TPCSDS-T. Kedua, menembak sasaran plat dengan tipe munisi HEP-T untuk simulasi kemampuan menggempur rantis. Ketiga, menembak moving target dengan tipe munisi TPCSDS tanpa jeda.

"Keempat, penembakan salvo atau beruntun dengan tipe munisi HE4 TP2 dengan membidik sasaran perkubuan dan plat. Medium tank tersebut juga diuji ketahanan atas ledak ranjau dengan hasil yang memuaskan," ujarnya.

Dirjen Pothan Kementerian Pertahanan Bondan Tiara Sofyan mengatakan sangat puas atas hasil uji coba medium tank hari ini. "Alhamdulillah memuaskan seperti yang tadi bisa dilihat, semua sasaran terkena. Selanjutnya kami produksi masal. Kami berharap medium tank ini bisa segera diadakan untuk TNI-AD," ucap Bondan. 

(pra/rls/c15/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi