Sederet Pekerjaan Rumah yang Harus Dituntaskan KSAL Laksamana Siwi

24/05/2018, 10:44 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kapal selam adalah salah satu PR dari KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Laksamana Siwi Sukma Ajdi kini menjadi pemegang tongkat komando tertinggi di TNI AL. Tugasnya ke depan begitu banyak untuk meningkatkan keamanan dan pertahanan laut Indonesia. Mulai di laut bagian timur hingga barat.

Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, sejumlah pekerjaan sudah menanti Siwi. Peresmian satuan baru oleh panglima TNI awal bulan ini termasuk salah satu yang mesti jadi perhatian Siwi. Sebab, dari empat satuan baru itu, dua di antaranya berada di bawah koordinasi TNI AL. Yakni Komando Pasukan Marinir (Pasmar) 3 Korps Marinir dan Komando Armada (Koarmada) III.

Pria yang lebih akrab dipanggil Khairul itu menyampaikan bahwa Siwi wajib memperhatikan penguatan dua satuan baru tersebut. "Mengawal realisasi pengembangan armada di wilayah timur," imbuhnya ketika diwawancarai Jawa Pos kemarin.

KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji (RAKA DENNY/JAWAPOS)

Dengan begitu, dua satuan baru yang belum lama diresmikan segera terpenuhi kebutuhannya. Baik yang berkaitan dengan personel, infrastruktur, maupun alat utama sistsem persenjataan (alutsista).

Lebih lanjut Khairul menyampaikan bahwa penambahan alutsista untuk kebutuhan operasional TNI AL juga penting. Belum lama, matra laut dapat tambahan kekuatan untuk Satuan Kapal Selam (Satkalsel).

Dari tiga kapal selam yang dibangun bekerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) tinggal satu kapal selam belum selesai. Siwi harus memastikan pembangunan satu kapal selam itu berjalan sesuai rencana. Apalagi pengerjaannya dilaksanakan langsung oleh PT PAL Indonesia di dalam negeri.

Kemudian, Siwi juga perlu memperhatikan penambahan armada untuk menambah satuan patroli yang berada di bawah koordinasi TNI AL. "Penambahan kapal untuk memperkuat satuan patroli," kata Khairul.

Mengingat sejumlah pelanggaran yang masih sering terjadi di wilayah perairan Indonesia, tambahan kapal patroli dinilai penting. Tidak hanya, itu memastikan kekuatan TNI AL punya efek gentar untuk negara lain juga tidak kalah penting. Dengan begitu, TNI AL kian disegani. 

Dengan pengalaman yang dimiliki selama bertugas sebagai prajurit TNI AL, Khairul cukup optimistis terhadap Siwi. "Kalau dilihat dari pengalaman jabatannya," kata dia. Khususnya, sambung dia, yang berkaitan dengan anggaran dan perencanaan.

Namun demikian, dia juga punya catatan untuk KSAL baru tersebut. Yakni soal soliditas TNI AL. "Pak Siwi harus bisa membangun TNI AL yang solid," terang pria yang selama ini concern mengawal berbagai isu di institusi militer tanah air itu.

Menurut Khairul, soliditas sangat penting untuk menjalankan roda organisasi dengan baik. Hal serupa disampaikan oleh pengamat militer sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Defense, Security, and Peace Studies Mufti Makaarim.

Menurut dia, penguatan internal di TNI AL penting untuk diperhatikan oleh Siwi. "Iya, memang perlu lebih ke dalam (institusi TNI AL)," imbuhnya. Dia pun sepakat bahwa TNI AL harus memperhatikan dan menguatkan deterrence effect TNI AL untuk negara lain.

Dengan kebijkan pemerintah saat ini, deterrence effect TNI AL di mata negara lain penting. "Karena Indonesia negara kepulauan yang wilayah perairannya sangat luas," ungkap Mufti.

Soal penambahan alutsista untuk kebutuhan operasional, dia menyebutkan bahwa Siwi harus bisa bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Sebab, pengadaannya merupakan tanggung jawab Kemhan. Namun demikian, tetap perlu dorongan dari TNI AL agar realisasinya cepat dan tepat. 

(far/syn)

Berita Terkait

Rekomendasi