alexametrics

Perlu Pengawalan Kapal Lewati Perairan Sabah

Cegah Penyanderaan WNI Terulang
24 Februari 2019, 12:55:47 WIB

JawaPos.com – Penyanderaan terhadap warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok teroris Abu Sayyaf berkali-kali terjadi. Pernah dibentuk gugus tugas Filipina, Malaysia, dan Indonesia untuk menjaga perairan. Namun, penyanderaan tetap saja terjadi. Karena itu, pengawalan terhadap kapal yang melewati perairan di perbatasan tiga negara tersebut perlu dipertimbangkan.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan bahwa penyandera diketahui sudah memahami betul perairan Filipina tersebut. Mereka mengetahui lokasi-lokasi yang bisa menjadi celah untuk melakukan aksi. “Sedangkan patroli 1 x 24 jam itu hampir tidak mungkin,” terangnya.

Karena itu, upaya untuk mengurangi risiko bisa dipertimbangkan, seperti mengawal kapal yang akan melewati perairan tersebut. Karena wilayah perairan itu meliputi perbatasan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina, kerja sama dengan ketiganya bisa dilakukan.

Perlu Pengawalan Kapal Lewati Perairan Sabah
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Selain itu, selama ini, kata dia, Polri berupaya mencegah dampak dari meningkatnya konflik di Filipina. Ada beberapa daerah yang potensial terdampak. Misalnya, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara. “Dampaknya, bisa ada orang yang ingin masuk dan bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf atau malah penyelundupan barang ilegal ke Indonesia,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa upaya pencegahan di dua daerah itu telah dilakukan. Caranya, memperketat keluar masuknya orang sekaligus meningkatkan patroli di sana. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr/han/c10/git)

Perlu Pengawalan Kapal Lewati Perairan Sabah