JawaPos Radar

Dampak Positif Ekonomi dari Para Diaspora

22/08/2016, 16:18 WIB | Editor: Thomas Kukuh
Dampak Positif Ekonomi dari Para Diaspora
(ILUSTRASI: DOK/JPNN.com)
Share this

JawaPos.com - Tidak hanya sebagai jembatan, adanya diaspora juga membawa dampak ekonomi yang nyata. Salah satunya soal remitansi. Seorang diaspora Indonesia bisa mengirim Rp 15 juta hingga Rp 150 juta per tahun ke keluarga di Indonesia. Tahun ini remitansi senilai USD 10,5 miliar (Rp 138 triliun) masuk ke Indonesia.

Menurut tim advokasi Indonesia Diaspora Network (IDN) Mey Hasibuan, potensi itu bisa berkembang setiap tahunnya dengan jumlah diaspora Indonesia yang mencapai 8 juta jiwa. 

Dari total jumlah tersebut, hanya 4,7 juta yang mempunyai status WNI. Sedangkan sisanya sudah menjadi WNA atau keturunan yang belum mencapai 18 tahun. 

"Potensi pemasukan Indonesia jika pemerintah menerapkan kebijakan dwi kewarganegaraan sangat besar. Ditambah lagi brain power (talenta berbakat) yang bisa memajukan negara," katanya.

Mey paham benar bahwa Indonesia menerapkan asas ius sanguinis. Artinya, hak WNI ditentukan dari keturunan atau hubungan darah. Sayangnya, orang-orang yang akhirnya menikah dengan warga asing rawan membuat keturunannya kehilangan hak WNI.

Memang, sebagai individu yang ingin berkarya, banyak diaspora yang harus merelakan kewarganegaraan mereka. Hal itu dari kendala aksesibilitas hingga sumber daya yang diperlukan. 

Namun, itu tidak berarti rasa nasionalismenya rusak. Banyak diaspora yang dinilai justru lebih nasionalis daripada WNI lainnya. (bil/byu/gun/bay/jun/c9/ang) 

 

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up