JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pimpinan DMI: Radikal Itu Individunya, Bukan Masjidnya

20 November 2018, 22:53:18 WIB | Editor: Imam Solehudin
Syafruddin
Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komjen Syafruddin menegaskan bahwa tak ada masjid yang terpapar radikalisme. (Yesika Dinta/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Intelijen Negara (BIN) mengklaim jika 41 dari 100 masjid di lingkungan kementerian, lembaga serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diduga terpapar radikalisme. Sementara itu, ada sekitar 500 masjid di seluruh Indonesia yang juga mengalami hal serupa. 

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin mengatakan, paham radikal sejatinya berkembang pada individunya. Artinya masjid dijamin bersih dan tidak mungkin terpapar.

“Unsur-unsur kegiatan radikalisme tidak ditujukan kepada masjid. Bukan masjid, tapi orang-orang, individu-individu atau kelompok-kelompok. Kalau masjid clear, masjid itu saya yakin, saya jaminlah clear,” ujarnya saat ditemui di Masjid Cut Meutia, Jakarta Pusat, Selasa (20/11).

Menurutnya, masjid harus dijaga kesuciannya agar benar-benar bisa menjadi pusat peradaban, tempat ibadah, sekaligus meningkatkan iman umat Islam.

“Justru kita orang-orang ini harus menjaga kesuciannya masjid, betul-betul, supaya masjid itu menjadi pusat peradaban Islam, tempat kita beribadah, tempat kita meningkatkan iman kita, tempat kita berukhuwah Islamiyah berukhuwah watoniyah,” tutur dia.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) itu menegaskan, bukan hanya umat Islam, namun masyarakat harus bisa menjaga tempat ibadahnya dengan baik.

“Apapun bukan hanya orang Islam saja, tapi kita bisa berhubungan secara baik bisa, tapi tidak tendensius menuju bendanya, masjidnya. Bukan itu yang dimaksud BIN, maksudnya itu orang-orangnya. Itu bahasanya saja,” kata mantan Wakapolri itu.

Sebelumnya diklarifikasi, data terkait berita "BIN : 41 Masjid Di Lingkungan Pemerintah Terpapar Radikalisme" merupakan hasil survei terhadap kegiatan khotbah yang disampaikan beberapa penceramah.

Survei dilakukan oleh P3M NU yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning. Sekaligus tindak lanjut dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Arief Tugiman, Kasubdit di Direktorat 83 BIN, dalam diskusi Peran Ormas Islam dalam NKRI, di Kantor Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Jakarta, Sabtu (17/11).

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up