JawaPos Radar

Panglima TNI Titip Penambahan Alutsista Kepada KSAU Yuyu Sutisna

19/01/2018, 13:09 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
hadi tjahjanto, Marsekal TNI Yuyu Sutisna
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi inspektur upacara saat memimpin serah terima jabatan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ke Marsekal TNI Yuyu Sutisna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/1) (DERY RIDWANSAH/JAWA POS)
Share this

JawaPos.com - Jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) telah berpindah kepada Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanjo yang punya latar belakang AU tahu betul apa tugas apa yang harus diselesaikan. Salah satunya, dia titip soal penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

 

Hadi mengatakan, saat ini matra TNI AU masih kekurangan alutsista. Itulah kenapa, dia berharap Yuyu mampu mengkoordinasikan kekurangan yang alutsista dengan Kementerian Pertahanan.

TNI AU
Personel TNI AU saat sertijab Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di Halim Perdanakusuma (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)

 

"Dalam renstra kedua ini kami masih menunggu kedatangan pesawat F5. Hampir 1,5 tahun para penerbang tidak terbang dengan pesawat tersebut," kata Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/1).

 

Tidak hanya itu, Hadi menuturkan saat ini TNI AU baru mempunyai 20 radar penerbangan yang aktif. Sehingga masih diperlukan adanya penambahan radar untuk keperluan penerbangan.

 

"Renstra kedua dan ketiga nanti kita perlu penambahan 12 radar. Skalanya nanti (beli) enam radar, enam radar dahulu, atau empat radar, empat radar, empat radar. Itu nanti akan diitung oleh KSAU," terang Hadi. 

 

Bahkan Hadi menyebut, TNI AU butuh penambahan pesawat untuk membantu pengoperasian hercules. Melalui penambahan alutsista TNI AU, dipastikan kinerja matra udara secara otomatis bisa meningkat.

 

"Kami merencanakan, pesawat hercules digantikan dengan jenis yang sama. Namun, tipe akan kami tingkatkan menjadi tipe J. Termsuk penambahan pesawat angkut ringan dan helikopter," sebut Hadi.

 

Lebih jauh mantan KSAU itu menyatakan, nantinya Yuyu akan mendapat salinan bentuk road map renstra 2014 sampai 2019. "Jadinya, apa yang nanti akan dikerjakan dapat dikoordinasikan dengan Mabes TNI dan kami lanjutkan ke Menhan," pungkas Hadi.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up