JawaPos Radar

Guyonan Tito Soal Karoke dan Alexis Buat Tertawa Capaja TNI-Polri

18/07/2018, 12:38 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Guyonan Tito Soal Karoke dan Alexis Buat Tertawa Capaja TNI-Polri
Acara pembekalan terhadap calon perwira remaja (capaja) TNI dan Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (18/7). (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Membangun hubungan baik secara personal antara perwira TNI dan Polri menjadi kunci utama untuk menghindari konflik. Pandangan tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Kadang-kadang hubungan personal menembus batas-batas, sekatan-sekatan," ujarnya saat memberi pembekalan terhadap calon perwira remaja (capaja) TNI dan Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (18/7).

Memang, hubungan formal sebagai contoh apel dan olahraga rutin bersama juga menjadi salah satu instrumen untuk merekatkan hubungan antara kedua institusi tersebut. Namun yang lebih merekatkan adalah hubungan informal antarperwira.

Misalnya, komunikasi pribadi yang intensif antara komandan Polri dan TNI di satu wilayah. Melakukan kegiatan bersama di luar tugas kedinasan seperti memancing ikan.

"Ada mungkin di daerah perkotaan, mbok sekali-kali nontong bareng, nonton bola. Yang nggak boleh karoke sama masuk Alexis. Itu nggak boleh," tegasnya seraya berguyon. Alhasil para hadirin ikut tertawa.

Tito menuturkan, dia mengapresiasi salah satu Polda yang membuat kegiatan mencari saudara asuh antara anggota TNI dan Polri. Dengan program itu, dua anggota beda institusi yang menjadi saudara asuh diwajibkan saling membantu. "Kalau sudah dibkin seperti itu luar biasa nggak akan terjadi konflik," imbuhnya.

Di sisi lain, hal yang mungkin menhindari konflik antara anggota TNI dan Polri adalah saling menghargai dan taat hukum. "Yang Polri jangan sok-sokan kewenangan, melarang, tapi main-main di belakang juga. Juga teman-teman TNI, kalau ada aturan yang ada di negara ini atau hukum, diikuti. Prinsip dasarnya saling menghormati," kata dia.

Kalaupun memang terjadi konflik antaranggota, dia berharap agar tidak sampai ke telinga publik tetapi diselesaikan secara internal. Seperti halnya dirinya yang memecat enam anggota Brimob yang memukuli anggota TNI di sebuah tempat biliar beberapa waktu lalu.

"Bagi saya, saya tidak ingin melindungi anggota yang salah dengan korbankan soliditas dan kerja sama," pungkas Tito.

(dna/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up