alexametrics

Sel Jaringan JI Mulai Bangkit Lagi, Paling kuat Ada di Jawa Barat

17 Juli 2019, 10:11:30 WIB

JawaPos.com – Kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) perlahan kembali menjadi ancaman bagi kedaulatan bangsa Indonesia. Meskipun belum ada rencana aksi, namun keberadaan kelompok ini suan terendus. Mereka diketahui tengah berupaya membangun kekuatan, baik dari sisi anggota maupun ekonomi guna menopang perjuangan sesat yang diyakininya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, sejumlah pimpinan JI bahkan sudah diamankan beberapa waktu lalu. Bahkan kelompok ini kerap kali memanfaatkan kegiatan pengajian guna menyebarkan paham radikalisme. Cara seperti ini menjadi yang paling khas untuk menggambarkan kelompok JI.

“Pola pendekatan khas itu (pengajian) dipake sama dia (JI) dalam rangka menyebarkan paham dia, karena dia menilai pahamnya paling benar,” ujar Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (16/7).

Polri juga telah melakukan pemetaan wilayah basis JI. Hasilnya, mereka hampir tersebar kuat di pulau Jawa. Paling kuat terutama di wilayah Jawa Barat.

“Untuk sementara ini, memang paling kuat di Jawa Barat ya. Pengaruhnya signifikan. Lalu di Jawa Tengah dan sebagian di Jawa Timur,” lanjut Dedi.

JI juga menyebar ke wilayah Sumatera, dan beberapa di Kalimantan. Sedangkan Sulawesi hanya sebagian kecil, namun hebatnya mereka bisa pula menembus sampai Papua Barat.

Selain membentuk kelompok besar, JI juga membentuk kelompok kecil. Hanya saja mereka tidak mengekploitasinya seperti yang terjadi pada kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). JI bekerja lebih tenang, dan cenderung secara diam-diam.

“Tetapi kelompok yang direkrut mereka cukup efektif untuk penguatan organisasi mereka. Mereka merekrut bukan secara kuantitas tetapi secara kualitas,” tambah Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyampaikan, JI juga memanfaatkan media sebagai saranan melakukan propaganda. Namun, media yang digunakan mereka hasil buatan sendiri, bukan melalui media mainstream.

“Dia (JI) punya media sendiri. Ada beberapa media yang tidak terdaftar di dewan pers digunakan untuk propaganda dan menyebarkan narasi-narasi,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror bersama Satgas Anti Terorisme dan Radikalisme Polda Jawa Barat melakukan penegakkan hukum terhadap pimpinan dan anggota Jamaah Islamiyah (JI) Indonesia. Sebanyak 5 orang terduga teroris diamankan dalam operasi kali ini.

Mereka adalah PW selaku Amir atau Pimpinan JI Indonesia, MY yang merupakan istri dari PW, BS yang berperan sebagai penghubung antara Amir dengan anggota yang berhasil direkrut. Ketiganya ditangkap di lokasi yang sama yaitu di sebuah hotel, di Jalan Raya Kranggan nomor 19, Jati Raden, kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (29/6) pukul 06.12 WIB. 

Sedangkan tersangka A ditangkap pada Minggu (30/6) pukul 11.45 WIB di perumahan Griya Syariah blog G kelurahan Kebalen, Kecamatan Kebalen, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dia merupakan orang kepercayaan PW. Dan tersangka kelima yang ditangkap yaitu BT. Dia diamankan di Jalan Raya Kohijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Jawa Timur pukul 14.15 WIB. Dia bertugas sebagai pengendali JI di wilayah Jawa Timur.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads