JawaPos Radar | Iklan Jitu

Aksi Terorisme Terus Berulang, Kata PBNU Ini Penyebabnya

14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Aksi Terorisme Terus Berulang, Kata PBNU Ini Penyebabnya
()
Share this

JawaPos.com - Aksi terorisme kembali terjadi di negeri ini. Tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur diserang oleh aksi bom bunuh diri. Belasan nyawa tak berdosa melayang, puluhan lainnya luka-luka. 

Hal ini tentu membuat pertanyaan besar di benak masyarakat bahwa aksi-aksi seperti ini terus berulang. Padahal sudah begitu banyak pelakunya yang dijebloskan ke dalam penjara, bahkan dieksekusi mati.

Menjawab hal itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Luar Negeri Marsudi Syuhud mengatakan, penyebab terus munculnya pelaku teror dikarenakan banyaknya doktrin radikalisme di media sosial. Selain itu adapula doktrin dari jihadis yang gampang mengafirkan kelompok di luar golongannya.

Bom bunuh diiri
Bom Bunuh diri di tiga tempat lokasi gereja di Surabaya telah menewaskan belasan orang tak berdosa dan puluhan lainnya luka-luka. (ist/JawaPos.com)

"Gerakan-gerakan ini betapa pun sudah banyak pelakunya ditangkap, tetap masih muncul karena adanya doktrin melalui medsos, kedua ada doktrin dari kelompok jihadis yang mengafirkan golongan lain," ungkap Marsudi di Kantor PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Minggu (13/5).

Marsudi melihat anggapan para kelompok radikal untuk mendirikan negara khilafah di Indonesia telah salah kaprah. Sebab menurutnya sistem kenegaraan sekarang telah terkandung ajaran dan nilai-nilai Islam. 

Bahkan lanjut Marsudi, para ulama yang turut menjadi pendiri Indonesia telah berpatokan kepada cara Rasulullah, Muhammad SAW mendirikan pemerintah Madinah di masa lampau. Maka pandangan atau faham yang mengatakan Indonesia negara kafir dianggap menyesatkan.

"Karena founding father mendirikan negara ini mencontek negara Madinah seperti yang didirikan Rasulullah. Maka sudah jangan bermimpi atau jangan punya faham bahwa negara ini negara toghut atau kafir," tegas Marsudi.

Meski demikian Marsudi mengakui bahwa masih banyak kekurangan di negeri ini. Namun hal itu tidak bisa dijadikan alasan bagi kelompok radikal ini untuk menghancurkan Indonesia. 

"Betul memang masih ada kekurangan-kekurangan itu, tapi negara ini tidak boleh dihancurkan karena kekurangan itu," pungkas Marsudi.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : (ce1/sat/JPC)

Alur Cerita Berita

GPPS Arjuno Surabaya Kurangi Jadwal Ibadah 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Usai Diguncang Bom, 2 Gereja Kembali Aktif 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Gereja STMB Maafkan Pelaku Pengeboman 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Sri Sudah Pesan Untuk Dimakamkan di Solo 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
FKUB Aceh Kutuk Teror Bom di Surabaya 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
MUI Jatim: Terorisme Bukan Ajaran Islam 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Gubernur Jatim: Jangan Takut Terorisme 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Pasca Bom, KBS Tetap Ramai Pengunjung 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Puti Kutuk Aksi Terorisme di Surabaya 14 Mei 2018, 00:10:10 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini