JawaPos Radar

Momen HUT TNI AL dalam Doktrin Poros Maritim Dunia

13/09/2016, 23:33 WIB | Editor: admin
Momen HUT TNI AL dalam Doktrin Poros Maritim Dunia
KHIDMAT: Pangarmatim Darwanto berdiri (kanan) di atas jep saat inspeksi pasukan upacara HUT ke-71 TNI AL di dermaga Ujung, Surabaya. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – KRI Surabaya dan KRI Banjarmasin terlihat gagah tertambat di dermaga Ujung, Mako Armatim, Selasa (13/9).

Ribuan prajurit pengawak KRI (kapal perang Republik Indonesia) itu tampak berdiri berkacak pinggang mengelilingi sudut-sudut railing kapal.

Di pinggir dermaga tampak barisan prajurit dari berbagai kesatuan TNI AL wilayah Timur. Momen itu merupakan puncak peringatan HUT ke-71 TNI AL 10 September yang 2016 pada Sabtu lalu.

Peringatan tahun ini merupakan tahun kedua tentara matra laut itu berada pada masa pemerintahan Joko Widodo dengan doktrin poros maritim.

''Perkembangan kemaritiman Indonesia saat ini memasuki babak baru dengan hadirnya pemerintah yang memiliki keinginan kuat menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,'' ucap Pangarmatim Laksda TNI Darwanto membacakan amanat KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Ade yang merupakan mantan Pangarmatim mengingatkan peranan TNI AL sebagai komponen utama pertahanan laut mengemban tiga fungsi. Yakni, fungsi penangkal, penindak, dan pemulih keamanan nasional.

Ade menegaskan kembali pilar berupa diplomasi maritim dan penguatan pertahanan maritim berkelas dunia. Di antaranya berupa validasi organisasi menjelang perwujudan tiga armada, Armada Barat, Armada Tengah, dan Armada Timur.

Pilar berikutnya berupa peremajaan alutsista secara berkala. Program pembaruan salah satu alutsista andalan adalah kapal selam. Kebetulan momen HUT TNI AL setiap 10 September berdekatan HUT Satuan Kapal Selam (Satsel) 12 September.

Dalam rangkaian HUT Korps Hiu Kencana, julukan Satsel, Darwanto pada pagi itu juga memimpin jalannya upacara HUT ke-57 Satsel di halaman Monumen Tjandrasa Koarmatim.

Perwira tinggi TNI dua bintang yang pernah menjabat Komandan Satsel Koarmatim itu melontarkan harapannya. Terutama dalam rangkaian pengadaan tiga unit kapal selam dari Korea Selatan.

''Pembangunan submarine control simulator dan submarine command and team trainer dapat meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta mewadahi kebutuhan pelatihan bagi para prajurit pengawak kapal selam,'' harap mantan Komandan KRI Arung Samudera edisi keliling dunia 1986 silam.

Sampai kini Koarmatim mengoperasikan dua kapal selam. Yakni, KRI Cakra dan KRI Nanggala produk Jerman mulai beroperasi 1981. Untuk mengkover wilayah perairan NKRI dibutuhkan 12 kapal selam.

Jumlah sekian sesuai jumlah alur laut kepulauan Indonesia. Kementerian Pertahanan memesan tiga kapal selam ke Korsel. Menurut rencana alutsista itu diseberangkan secara bergelombang.

Pada rangkaian HUT TNI AL, Darwanto secara simbolis menyematkan tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan XXIV, XVI, VIII kepada perwakilan perwira, bintara, dan tamtama. Mereka dinilai melaksanakan pengabdian tanpa tindakan tercela. (sep/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up