JawaPos Radar

PGK: Masyarakat dan Polri Harus Bersatu Perangi Terorisme

13/05/2018, 23:49 WIB | Editor: Dimas Ryandi
PGK: Masyarakat dan Polri Harus Bersatu Perangi Terorisme
()
Share this image

JawaPos.com - Aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di tiga tempat, yakni Gereja Katholik Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro dan Gereja di Jalan Arjuno menuai sejumlah kecaman dari berbagai kalangan organisasi kemasyarakatan (Ormas). Salah satunya Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK).

Sekertaris Jenderal (Sekjen) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Riyan Hidayat menegaskan, pihaknya mengutuk keras aksi bom bunuh diri dan kegiatan teror lainnya yang telah membunuh belasan nyawa tak berdosa dan melukai puluhan orang lainnya.

“Terorisme harus menjadi menjadi musuh bersama. Wajib hukumnya untuk diperangi. Karena itu masyarakat dan Polri bersatu menumpas terorisme sampai ke akarnya," kata Riyan dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Minggu (13/5).

Atas peristiwa tersebut, Riyan berharap aparat kepolisian dapat menumpas para pelaku aksi teror yang kerap meresahkan masyarakat. "Jangan biarkan mereka (teroris) hidup dan berkembang di Indonesia" harapnya.

Riyan juga tak lupa mengutarakan rasa belasungkawa yang mendalam terkait peristiwa bom bunuh diri tersebut. Termasuk sebelumnya insiden rutan Mako Brimob.

"Kami juga turut berduka cita atas gugurnya lima anggota Brimob dan belasan korban jiwa yang tak berdosa di Surabaya. Kita berdoa semoga keluarga korban diberikan ketabahan. Tentunya kita semua mengutuk keras aksi terorisme tersebut," pungkasnya.

(rdw/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 13/05/2018, 23:49 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 13/05/2018, 23:49 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up