JawaPos Radar

Miliki Aksesoris Berlambang PKI, Mahasiswa Diamankan Kodim

12/05/2016, 17:24 WIB | Editor: Ilham Safutra
Miliki Aksesoris Berlambang PKI, Mahasiswa Diamankan Kodim
Adlun Fikrih berserta barang bukti saat diamankan di Mapolres Ternate, kemarin (11/5). (Istimewa)
Share this


JawaPos.com TERNATE – Seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Ternate, Maluku Utara (Malut) bernama Adlun Fikrih (20), diamankan aparat Kodim 1501 Ternate, Rabu (11/5).

Mahasiswa Universitas Khairun Ternate itu diringkus karena memiliki dan menyebarkan atribut Partai Komunis Indonesia (PKI). Semua atribut itu berbentuk baju kaos dengan beragam warna corak. (baca: Kasus Video Polantas Terima Suap, Pengunggah Dianiaya Polisi Dalam Tahanan)

Selain Adlun, aparat Kodim 1501 juga mengamankan tiga Adlun lainnya, karena ikut memiliki dan memakai atribut partai terlarang di Indoonesai tersebut.

Diringkusnya Adlun bermula dari seorang mahasiswa Poltekes Ternate berinisial KM alias Mila (23) yang mengenakan kaos berlambang palu arit. (baca: Solidaritas Adlun Marak di Media Sosial, Polisi Panen Kritik)

Lantas dia diamankan aparat Babinsa Kelurahan Salero, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Rabu (11/5).

Komandan Kodim 1501 Ternate, Letkol (Inf) Subarda Triwahyudi mengatakan, selain Adlun, pihaknya juga mengamankan MYA alias Yunus (23), SS alias Yadi (24), MRD alias Radju (20).

Dikatakan Letkol (Inf) Subarda Triwahyudi, Mila saat diperiksa mengaku kaos yang bergambar atribut PKI itu didapat dari rekannya bernama Adlun.

Mendengar pengakuan tersebut, anggota Intel Kodim yang dipimpin oleh Dan Unit Intel Kodim Letda (Inf) Andri Gusti Wijaya langsung bergegas dan menangkap Adlun.

Adlun diamankan saat berada di Sekretariat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) di Kelurahan Tanah Raja, Ternate Tengah. (baca: LBH Buka Posko Pengaduan Save Adlun Fiqri)

Saat itu aparat menggeledah rumah tempat Adulun tinggal. Di dalam kamar itu anggota Inteldim mengamankan beberapa barang bukti berupa kaos bergambar atribut PKI serta beberapa buku bacaan yang menjurus ke paham komunis.

“Mila ini hanya sekedar mendapatkan saja kaos itu dari Adlun. Dan dari Adlun itu, kami gali terus keterangannya dan akhirnya tiga pelaku lain itu berhasil kami amankan untuk dimintai keterangan beserta barang buktinya,” kata Subarda Triwahyudi dilansir Malut Post (Jawa Pos Group), Kamis (12/5).

Dia menerangkan, pihaknya sebagai tentara TNI sudah berkewajiban untuk menghilangkan PKI di tanah NKRI. "Kami tidak mengizinkan paham tersebut berada di bumi Indonesia,” tandasnya.

Kini empat pelaku tersebut telah diserahkan ke Mapolres Ternate untuk diperiksa lebih lanjut. (tr-04/jfr/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up