JawaPos Radar

Soal Polemik Pembakaran Bendera

Wiranto: 3 Orang Sebabkan 120 Juta Rakyat Kena Akibatnya, Tidak Adil!

09/11/2018, 14:24 WIB | Editor: Kuswandi
Wiranto
Menkopolhukam Wiranto saat diwawancarai awak media Jumat (9/11) (Sabik/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Polemik pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat, saat peringatan hari santri pada 22 Oktober lalu menyedot perhatian luas. Bahkan aksi massa menentang pembakaran tersebut pun tak bisa dielakkan.

Pagi ini guna menyelesaikan polemik, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengumpulkan sejumlah ormas Islam dalam dialog kebangsaan bertema 'Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa'.

Dalam sambutannya, Wiranto mengatakan bahwa permasalahan pembakaran bendera di Garut bukan suatu peristiwa yang harus dibesar-besarkan. Menurutnya tidak adil jika mayoritas rakyat Indonesia justru menjadi korban adu domba dalam peristiwa ini.

"Kemarin saya dapat permasalahan, nggak besar sih, cuma satu kecamatan kecil, Limbangan, Garut. Pelaku 3 orang. 1 pembawa dan 2 pembakar bendera. Tapi kok berkembangnya sampai ke negara, ke Indonesia begitu luas. 3 orang bisa sebabkan 120 juta orang bisa kena akibatnya, ini tidak adil," ujar Wiranto di Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu menuturkan, dialog kebangsaan ini demi mewujudkan kedamaian masyarakat. Sehingga publik tidak lagi dipolitisasi dengan kasus pembakaran bendera di Garut.

"Tujuan berkumpul bukan buat gaduh, ini banyak televisi saya undang, hasilnya bisa buat tenang masyarakat kita. Buat damai masyarakat kita. Dan tidak lagi dipolitisasi oleh siapa pun yang saat ini sedang melakukan kompetisi pemilu," jelasnya.

Lebih lanjut, Wiranto meminta agar para tokoh agama maupun tokoh ormas Islam supaya menjadi penengah dalam peristiwa ini. Sebab menurutnya, kejadian ini merupakan masalah umat. Maka mereka pula yang menjadi kunci masalah ini selesai dengan cara dialog bersama.

"Maka saya minta kearifan para tokoh-tokoh agama, kebetulan ini intern Islam, antar-Islam, yang bawa bendera orang Islam, yang bakar juga orang Islam, mereka masing-masing punya komunitas," Wiranto memungkasi.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up