JawaPos Radar

TNI AU Mau Beli 5 Hercules Baru, Menhan Pertanyakan Hakekat Alutsista

08/06/2018, 12:48 WIB | Editor: Ilham Safutra
TNI AU Mau Beli 5 Hercules Baru, Menhan Pertanyakan Hakekat Alutsista
Pesawat TNI AU ketika bermanuver di udara. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rencana pembelian pesawat hercules baru oleh TNI Angkatan Udara (AU) dipertanyakan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Menurutnya penambahan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) harus melihat hakikatnya.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, pihaknya akan meninjau ulang kebutuhan terhadap alutsista di tingkat TNI AU. Sebab pembelian alutsista harus sesuai dengan hakekat ancaman yang sedang terjadi Indonesia.

"Saya prinsipnya kalau (TNI AU) ada maunya saya lihat dulu karena apa. Hakekat ancaman itu menteri pertahanan yang tentukan," ujar Ryamizard di Kantor Kemenhan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).

TNI AU Mau Beli 5 Hercules Baru, Menhan Pertanyakan Hakekat Alutsista
Penerbang dan pesawat TNI AU (Batam Pos/Jawa Pos Group)

Sebagaimana diketahui TNI AU berencana membeli pesawat hercules. Rencananya tersebut dimasukan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) ketiga.

Saat ini dikabarkan ada 3 jenis tipe Hercules yang tengah dibahas, yakni tipe J, Antonov, dan Airbus. Dilihat tipe-tipe tersebut, TNI AU diperkirakan akan menjatuhkan pilihan kepada tipe C-130J.

Lebih jauh dikatakan mantan Kepala Staf Angakatan Darat (KSAD) itu, hakekat ancaman ini menjadi hal krusial. Karena jika pembelian alutsista tidak disesuaikan dengan faktor tersebut, maka hanya akan berdampak kepada pemborosan anggaran negara.

"Hakekat ancaman itu tentara harus gimana, alutistanya gimana. Nah itu kan di situ bukan ngawur-ngawur (menghambur-hamburkan-Red) aja. Beli segala macam harus disesuaikan jadi efektif dan efesien," tegasnya rada mempertanyakan.

Purnawirawan tentara matra darat AD itu mengatakan bahwa saat ini TNI AU juga masih memiliki cukup banyak pesawat jenis hercules, walaupun kondisinya bekas tapi masih layak pakai.

"Kita juga cukup banyak punya (pesawat) bekas dan lama. Ya ada lah 5 sampai 6 (pesawat) yang baru," imbuh Ryamizard.

Di sisi lain Ryamizard lebih menyoroti aksi terorisme terjadi di Indonesia belakangan ini. Dia berpendapat, tindakan terorisme itu sangat membutuhkan perhatian khusus untuk segera diselesaikan. Maka segala jenis perlengkapan terkait pelacakan teroris juga harus dilengkapi.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up