JawaPos Radar

Lanjutkan Operasi Tinombala, Polda Sumsel Kirim 106 Personel

06/08/2016, 17:45 WIB | Editor: Ilham Safutra
Lanjutkan Operasi Tinombala, Polda Sumsel Kirim 106 Personel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo melepas 106 personil Satuan Brimob Polda Sumsel untuk bergabung dalam Operasi Tinombala tahap II. (Novis/Sumatera Ekspres/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com PALEMBANG – Kendati telah tertembaknya pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah, oleh tim satuan tugas (satgas) Tinombala pada 18 Juli lalu, ternyata tidak menyurutkan gencarnya operasi penumpasan teroris tersebut.

Buktinya TNI/Polri tetap melanjutkan operasi Tinombala tahap dua dengan mengirim 2.500 personel baru. Sedangkan kekuatan di tahap pertama ditarik dan kembali ke masing-masing satuannya.

Dari Sumatera Selatan, Polda setempat juga mengirim 106 personel untuk memperkuat operasi tersebut. Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo melepas 106 personel Satuan Brimob Polda Sumsel untuk bergabung dalam Operasi Tinombala tahap II. Tim ini dipimpin Wakasat Brimob Polda Sumsel, AKBP Yudo Nugroho.

“Pasukan yang kami kirim ini, untuk menggantikan personel yang lebih dulu bertugas. Selama 6 bulan, sudah saatnya diganti. Biar lebih fresh. Sementara, pasukan lama ditarik kembali untuk istirahat,” terang Djoko dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).

Hari ini, Sabtu (6/8) 106 personel Brimob Polda Sumsel bertolak ke Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) menggunakan pesawat carteran.

Irjen Pol Djoko Prastowo mengatakan, setiap personel yang diberangkatkan itu sudah dipersiapkan secara fisik maupun mental. Juga diberi pelatihan kewaspadaan. “Juga harus saling koordinasi. Jangan sampai ada miss-komunikasi,” imbaunya.

Menurut Djoko, sebuah kehormatan bagi Polda Sumsel ikut berperan menjalankan tugas negara, menumpas kelompok teroris melalui Operasi Tinombala 2016 ini.

“Kami berharap, anak buah Santoso turun gunung, menyerahkan diri.  Dari pada terus diburu, yah lebih baik menyerah saja,” katanya.

Djoko menegaskan, tugas  ini bukanlah untuk mendiskreditkan suatu kelompok agama atau memperlemah wibawa suatu kelompok agama. Sebab NKRI adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama sebagaimana tercermin dalam UUD 1945.

“Para teroris telah menodai NKRI dengan adanya aksi-aksi teror yang banyak memakan korban jiwa dan harta benda,” ungkapnya.

Jenderal bintang dua ini meminta kepada pasukannya untuk tetap wapada di medan tugas. Banyak hal yang harus diingat dalam menjalankan tugas ini.

“Kalian jangan lengah, bersikap tegas namun humanis. Di tempat tugas anda tidak sendirian, bersama unsur TNI. Hindari egoisme dan perlu ada kekompakan dalam pelaksanaan tugas operasi ini,” ingatnya.

Djoko menaruh harapan kepada pasukannya  untuk menjadi personel yang maju bermental baja. Tidak berindak arogan yang  memicu masalah baru.

“Koordinasi dengan baik agar tugas ini berjalan dengan baik. Pupuk keimanan dan kepercayaan dalam tugas, agar mendapat ridho dan keselamatan dari Tuhan,” tuturnya. (vis/air/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up