alexametrics

Wiranto Gelar Rapat Terbatas Potensi Pelanggaran Hukum Pemilu 2019

6 Mei 2019, 13:26:07 WIB

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) memimpin rapat terbatas tingkat menteri di kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/5). Rapat ini dilakukan untuk memetakan potensi pelanggaran hukum yang terjadi sebelum dan selama Pemilu 2019.

Rapat tersebut dimulai sekitar pukul 11.15 WIB, dan turut diikuti oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto.

Wiranto mengatakan, memetakan potensi pelanggaran hukum yang terjadi sebelum dan selama Pemilu 2019 sangat dibutuhkan. Ini supaya selama bulan ramadan situasi damai bisa tetap terjaga.

“Pemerintah harus tegas soal hukum dan keamanan agar masyarakat bisa merasa aman serta damai selama melaksanakan ibada puasa di bulan Ramadan,” kata Wiranto.

Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu menilai, selama masa pemilu 2019 sudah banyak kejadian yang membuat masyarakat tidak nyaman. Isu-isu negatif banyak berhembus, seperti ujaran kebencian.

“Antara lain ujaran kebencian, hinaan, hasutan hingga cacian yang membuat keamanan nasional dan kenyamanan masyarakat terganggu,” imbuhnya.

Mantan Panglima TNI itu mengingatkan agar para oknum tidak lagi melanggar hukum dengan isu yang tak benar. Seperti baru-baru ini ada tuduhan 70 persen anggota TNI/Polri bisa dihasut untuk melakukan tindakan inkonstitusional, dia memastikan itu tidak benar.

“Yang mengatakan itu harus bertanggung jawab secara hukum,” kata Wiranto.

Di sisi lain, Wiranto meminta agar langkah tegas yang diambil pemerintah terhadap oknum-oknum nakal tidak diartikan sebagai bentuk tidak semena-mena pemerintah. Jika ada yang menyatakan demikian, itu merupakan propaganda agar pemerintah takut mengambil keputusan.

“Langkah tegas yang diambil bukan berarti pemerintah diktator, isu seperti itu sengaja dihembuskan supaya pemerintah takut mengambil keputusan,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan