JawaPos Radar

Jokowi: TNI Jangan Terkotak-kotak Karena Kepentingan Politik Sempit

05/10/2018, 13:50 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Jokowi: TNI Jangan Terkotak-kotak Karena Kepentingan Politik Sempit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap menjaga netralitasnya. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo meminta prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap menjaga netralitasnya. Hal itu disampaikan dalam peringatan HUT TNI di Cilangkap, Jakarta, Jumat (5/10).

"Saya tidak pernah bosan untuk selalu mengingatkan pesan Jenderal Besar Soedirman tentang jati diri TNI bahwa politik tentara adalah politik negara dan loyalitas tentara hanyalah loyalitas untuk kepentingan bangsa dan negara," tegas pria yang akrab disapa Jokowi itu saat menjadi inspektur upacara.

Jokowi mengingatkan bahwa TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan. "Tidak terkotak-kotak oleh kepentingan politik yang sempit," sebutnya.

Jokowi: TNI Jangan Terkotak-kotak Karena Kepentingan Politik Sempit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) tetap menjaga netralitasnya. (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)

TNI, lanjut Jokowi, adalah pihak yang selalu menjamin netralitas politik di era demokrasi saat ini. "Yang selalu menjamin keutuhan wilayah nasional dan membangun persatuan dan solidaritas antar anak-anak bangsa," tutur Jokowi.

TNI hanya boleh bersumpah setia terhadap NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. "Sekaligus ikrar sejati untuk membangun profesi TNI untuk kebanggaan dan kejayaan negeri. Pondasi itulah yang harus dipegang teguh oleh TNI dan prajurit TNI," kata mantan Walikota Solo itu. 

Diketahui, TNI menggelar peringatan hari jadinya yang ke-73 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (5/10). Acara ini diikuti ribuan prajurit TNI.

Bertemakan "Profesionalisme TNI Untuk Rakyat", diharapkan prajurit TNI harus mahir berbasis kompetensi, harus kuat, handal dan semua tugas serta kewajibannya didharma baktikan untuk rakyat.

Lalu senantiasa dipagari oleh doktrin Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang merupakan nafas bagi semua prajurit berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam acara ini, Presiden Jokowi memimpin langsung proses upacara didampingi oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Thajanto, Kepala Staf Angkaian Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up