alexametrics

OPM Bantai 31 Pekerja, Sigit: Telepon Satelit di Lokasi Mendadak Mati

4 Desember 2018, 15:26:31 WIB

JawaPos.com – Pembantaian terhadap 31 pekerja PT Istaka Karya di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua masih terus didalami. Sejumlah prajurit TNI-Polri pun telah diterjunkan untuk menyelidiki kasus yang kabaranya menewaskan satu prajurtit TNI itu.

Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winanto mengungkap sejumlah fakta penting. Salah satunya soal mendadak matinya telpon satelit di wilyah tersebut.

Sigit PT Istaka Raya
Direktur Utama PT Istaka Karya Sigit Winanto mengungkap sejumlah fakta penting. Salah satunya soal mendadak matinya telpon satelit di wilyah tersebut. (Sabik/JawaPos.com)

“Sebetulnya disana ada telepon satelit. Tapi sekitar 1-2 hari sebelum kejadian sudah tidak bisa dihubungi,” kata Sigit di kantor Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Kerusakan pada satelit telepon di wilayah tersebut masih terjadi sampai saat ini. Sehingga jaringan komunikasi ke wilayah tersebut masih terganggu. Efeknya sampai saat ini Sigit belum bisa memastikan total korban seluruhnya. Termasuk identitas asli korban.

“Jadi sekali lagi jumlah maupun identitas korban masih kami verifkasi dan konfirmasi,” jelasnya.

Di catatan milik PT Istaka Karya sendiri total pekerja yang berada di lokasi pembantaian sebanyak 28 orang. Jumlah yang berbeda dengan keterngan polisi yang memperkirakan 31 yang meninggal.

Begitu pun dengan kabar dua orang yang diisukan berhasil selamat dari kejadian nahas ini belum pula dapat dikonfirmasi. Hingga saat ini PT Istaka Karya masih menunggu konfirmasi dari petugas TNI-Polri yang telah diterjunkan ke lokasi.

“Soal dua orang yang lari sedang kita pastikan kondisinya,” pungkas Sigit.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan penembakan 31 pekerja proyek PT Istaka Karya dilakukan oleh anggota Organiasi Papua Merdeka (OPM).

Menurut Ryamizard, yang bisa melakukan penembakan seperti itu adalah kelompok separatis yang ahli memegang senapan atau senajata. “Ya kalau begitu (yang bisa menembak) adalah OPM. Masa orang biasa pinter nembak. Itu OPM,” ujar Ryamizard di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/12).

Mengenai 31 pekerja proyek yang tertembak, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengaku bertanggung jawab adanya insiden itu. Sehingga tanggung jawab bukan hanya dibebankan ke TNI dan juga pihak kepolisian.

“Saya sebagai menteri pertahanan juga bertanggung jawab, jadi yang bertanggung jawab bukan hanya polisi dan tentara saja,” katanya.

Sementara mengenai medan yang sulit dilalui. Ryamizard mengatakan pihaknya akan mengirmkan helikopter supaya bisa menjangkau dan melakukan evakuasi terhadap para korban yang tertembak.

“Segara saja bawa helikopter yang lebih besar, pesawat yang lebih besar ke tempat itu,” pungkasnya.‎

‎Sebelumnya, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua, AKBP Suryadi Diaz‎ mengatakan sebanyak 31 pekerja proyek Istaka Karya ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 

Adapun pembantaian itu terjadi ketika para pekerja sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Hingga saat ini dari 31 pekerja yang tertembak dinyatakan meninggal sebanyak 24 orang.‎ 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : (gwn/sat/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
OPM Bantai 31 Pekerja, Sigit: Telepon Satelit di Lokasi Mendadak Mati